By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Petugas Gabungan Razia Kelompok Intoleran di Solo
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Petugas Gabungan Razia Kelompok Intoleran di Solo

Last updated: 15 Agustus 2020 19:06 19:06
Jatengdaily.com
Published: 15 Agustus 2020 19:06
Share
Petugas gabungan dari Polresta Surakarta, Brimob dan Dit Samapta Polda Jateng menggelar razia di kantong-kantong kelompok intoleran di Solo. Foto: adri
SHARE

SOLO (Jatengdaily.com) – Personel gabungan dari Polresta Surakarta, Brimob dan Dit Samapta Polda Jateng menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), berupa patroli berskala besar dan razia di kantong-kantong kelompok intoleran di Solo. Razia terutama di daerah Mojo, Sangkrah, Gandekan dan sekitarnya, Sabtu (15/8/2020)

Petugas kemudian menyisir satu per satu lokasi yang diidentifikasi sebagai lokasi kantong-kamtong kelompok yang kerap melakukan tindakan sweeping, intoleransi, kekerasan dan premanisme ini. Polisi langsung memeriksa sejumlah kendaraan dan orang yang dicurigai membawa senjata api, senjata tajam maupun bahan peledak.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan kegiatan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat bahwa daerah ini sering dijadikan tempat berkumpulnya kelompok-kelompok yang kerap meresahkan masyarakat.

“Menanggapi laporan masyarakat bahwa kelompok intoleran sering mengawali kegiatan yang meresahkan dari daerah ini,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa peristiwa penganiayaan, pengeroyokan dan perusakan terjadi di Kampung Mertodranan RT 1/I Kel/Kec Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/20) petang menjelang maghrib. Tiga orang terluka dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Kejadian itu bermula saat keluarga almarhum Assegaf bin Jufri menggelar acara midodareni atau tradisi doa bersama sebelum pernikahan. Namun mendadak, muncul puluhan orang yang mendatangi lokasi tersebut dan melakukan penganiayaan, pengeroyokan dan perusakan

Kurang dari 24 jam Tim Gabungan Polresta Surakarta, Polda Jateng dan Mabes Polri berhasil menangkap pelaku dan info terupdate Polisi berhasil menangkap 7 (tujuh) dan menetapkan 5 (lima) orang tersangka terkait kasus ini.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan tidak ada ruang bagi kelompok intoleran di Jawa Tengah. Kepada wartawan di Mako II Polresta Surakarta pada Selasa (11/8/2020). adri-yds

You Might Also Like

Bersinergi Mendukung Pemkot, Mbak Ita Apresiasi Program TP PKK Kota Semarang
200 Warga Kemijen Berobat Gratis
KAI Daop 4 Semarang Siapkan 501.291 Kursi Dukung Diskon 30 Persen Momen Lebaran
Presiden Beri Tanda Kehormatan bagi 64 Tokoh, Ini Daftarnya
UMKM Kota Surakarta Naik Kelas melalui Program MR DIY Indonesia dan BEDO
TAGGED:kota soloPolda JatengPolresta Surakartarazia kelompok intoleran
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?