Polda Jateng Larang Demo Buruh di Tengah Pandemi Covid-19

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel. Foto: Jatengdaily.com/adri

SEMARANG (Jatengdaily.com) –Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyatakan tidak akan memberikan izin demo saat gelaran peringatan hari buruh internasional pada Jumat, 1 Mei 2020 mendatang di seluruh wilayah Jateng.

“Kami tak bakal keluarkan izin jika ada yang mengajukan permohonan unjuk rasa. Sejauh ini, tak ada yang meminta izin ke kami untuk menyelenggarakan mayday,” kata Rycko Amelza Dahniel, Rabu (29/4/2020).

Ia memastikan tidak ada aksi turun ke jalan, unjuk rasa, maupun demo yang berkaitan tentang peringatan hari mayday di Jateng. Langkah itu diambil Polda Jateng supaya mencegah terjadinya kerumunan di tengah pandemi wabah virus corona Covid-19.

“Kami sudah minta jajaran untuk tidak berikan izin demo turun jalan,” ungkapnya.

Rycko mengaku telah memerintahkan seluruh jajaran kapolres di Jateng untuk meniadakan kegiatan unjuk rasa di daerah. Dia juga meminta supaya para Kapolres memantau dan tidak mengeluarkan izin apabila ada kelompok buruh di daerah yang hendak mengajukan aksi turun ke jalan.

“Para kapolres di 35 kabupaten/kota di Jateng juga sudah saya minta supaya tidak mengeluarkan izin demo mayday. Saya minta supaya aksi demo ini diganti menjadi agenda bakti sosial,” sambung Rycko.

Dia mengatakan, pada Jumat (1/5) nanti, kegiatan mayday yang biasanya diisi dengan aksi unjuk rasa akan diubah menjadi bakti sosial. Dalam hal ini, Rycko mengaku telah mengajak TNI dan sejumlah serikat buruh di Jateng untuk melaksanakan aksi bakti sosial bersama.

“Jadi, kami bersama TNI dan sejumlah kelompok serikat buruh di Jateng akan melaksanakan bakti sosial pada Jumat (1/5/2020) besok. Ini dilakukan serentak di 35 kabupaten kota,” pungkasnya. adri-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here