Positif Covid-19 di Demak Capai 93 Orang

Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Demak dr Ribekan saat menjelaskan peningkatan covid-19 kepada anggota DPRD Jateng Dapil III (Demak, Kudus, Jepara) yang memberikan bantuan APD untuk nakes Puskesmas. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Kasus covid-19 yang meningkat signifikan di Kabupaten Demak beberapa hari terakhir mengundang keprihatinan banyak pihak. Termasuk di antaranya Anggota DPRD Jateng Dapil III (Demak, Kudus, Jepara) yang tergerak memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga kesehatan (nakes) bertugas di 27 Puskesmas di Kota Wali.

Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, bantuan ribuan APD diserahkan secara simbolis oleh Hj Ida Nur Sa’adah dari Fraksi PKB kepada perwakilan dari puskesmas, Kunarto. Turut hadir menyaksikan, Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan dr Ribekan.

Serta delapan anggota DPRD Jateng Dapil III lainnya yakni H Nurul Furqon (PPP), Hj Sri Hartini (Partai Gerindra), dan H Helmy Turmudhi (Partai Demokrat). Juga H Setiabudi Wibowo (PKS), H Mawahib Afkar (Partai Golkar), H Akhwan Andang Wahyu Triyanto (PDIP), Denny Nur Cahyanto (PDIP), dan HM Nur Khabsyin (PKB).

Ida Nur Sa’adah mengatakan, berdasarkan kunjungan di sejumlah daerah terungkap APD merupakan kebutuhan paling signifikan para nakes utamanya di puskesmas. Namun ketersediannya semakin hari semakin minim, sehubungan peningkatan jumlah pasien terpapar virus corona.

Maka itu bela sungkawa juga disampaikan sehubungan meninggalnya seorang perawat di Puskesmas Sayung 2 pada Sabtu (6/6/2020) lalu. Semoga berpulangnya almarhumah Yuni Wuryaningsih, menjadi pengingat bahwa pandemi corona tidak boleh dipandang sebelah mata. “Tidak perlu panik, tapi waspada tetap wajib. Dengan menjalankan protap kesehatan penanganan covid-19,” ujarnya, Selasa (9/6/2020).

Maka itu diharapkan bantuan APD dari Pemprov Jateng dapat segera disalurkan ke 27 puskesmas di Kabupaten Demak. Menginggat jumlah pasien berstatus positif Covid-19 sejauh ini di Demak sudah mencapai 93 orang, dengan jumlah yang meninggal dunia 13 orang.

Hal sama disampaikan wakil rakyat dari FPP H Nurul Furqon. Menurut pria asli Wedung itu, minimnya APD menjadikan para nakes di puskesmas rentan terpapar virus korona. Demikian pula kader posyandu yang memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan bayi di desa-desa.

Di sisi lain, dr Ribekan menjelaskan, peningkatan kasus covid-19 di Kabupaten Demak terjadi setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 intensif melakukan rapid test di beberapa lokasi. Termasuk di dalamnya, peningkatan signifikan dipengaruhi arus mudik Lebaran. Minggu (14/6) yang merupakan hari ke-14 paska Lebaran, diprediksi menjadi waktu puncak penyebaran covid-19. rie-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here