Program Percepatan, 28 Napi Kedungpane Bebas Bersyarat

Sebanyak 28 narapidana di Lapas Kelas I A Kedungpane, Semarang mendapat pembebasan bersyarat. Foto: adri

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Sebanyak 28 narapidana di Lapas Kelas I A Kedungpane, Semarang bebas bersyarat, Rabu (19/2/2020). Pembebasan bersyarat tersebut bagian dari crash program atau percepatan pembebasan karena sesuai ketentuannya sudah menjalani masa pidana dua pertiga dari masa tahanan.

Kepala Lapas Kelas IA Kedungpane, Dadi Mulyadi mengatakan upaya yang ia lakukan saat ini dengan memberikan percepatan pembebasan bagi para narapidana yang telah menjalani hukuman dua pertiga dari total masa pidana.

“Ada 28 narapidana yang bebas. Mereka dapat jatah crash program atau percepatan pembebasan karena sesuai ketentuannya sudah menjalani masa pidana dua pertiga. Dengan pembebasan ini mampu menekan kelebihan kapasitas ruang tahanan di wilayahnya,” kata Dadi Mulyadi.

Dia mengungkapkan para narapidana yang diberi pembebasan bersyarat rata-rata kasus pidana umum dan narkotika. Sesuai instruksi Dirjen PAS, pihaknya kini mempermudah proses verifikasi para penjamin narapidana. Sedangkan penjamin pembebasan napi bisa dilakukan oleh petugas Bapas masing-masing daerah.

“Untuk napi yang tidak punya keluarga, bisa minta penjamin dari petugas Bapas. Verifikasinya sekarang kita permudah. Tidak sulit sekarang. Semua napi bisa mengajukan. Kecuali napi kasus Tipikor,” terangnya.

Nantinya, setelah bebas, para narapidana wajib menjalani wajib lapor di kantor kejaksaan terdekat. “Jadi sebulan sekali wajib lapor harus terus-menerus dilakukan sampai masa pidananya selesai,” ujarnya.

Lapas Kedungpane targetkan beri jatah pembebasan bersyarat bagi 55 napi hingga 31 Maret nanti. Nantinya pembebasan bersyarat semata untuk mengurangi kapasitas ruang tahanan yang sering overload. Sebab, kapasitas di Lapas Kedungpane hanya 663 orang, sekarang dihuni oleh lebih dari 1.200 orang. “Sekarang overload. Makanya kita harus menangani bersama-sama,” pungkasnya. adri-yds