By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: PSIS Usul Kompetisi Diganti Home Tournament
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

PSIS Usul Kompetisi Diganti Home Tournament

Last updated: 28 Mei 2020 18:46 18:46
Jatengdaily.com
Published: 28 Mei 2020 18:46
Share
Pemain PSIS Semarang dalam sesi latihan. Foto : Jatengdaily.com/zia
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – PSIS Semarang mengusulkan kompetisi Liga 1 2020 lebih baik dihentikan dan diganti dengan home tournament

Hal ini disampaikan PSIS yang diwakili GM PSIS Wahyu Winarto ketika rapat virtual dengan PSSI membahas kelanjutan kompetisi, Rabu (27/5/2020).

Lelaki yang biasa dipanggil Liluk ini menjelaskan ada beberapa faktor yang harus diwaspadai jika kompetisi dilanjutkan, seperti faktor kesehatan para stakeholder sepakbola dan sarana transportasi.

“Kami usul bahwa Liga 1 2020 sebaiknya dihentikan. Kesehatan pemain harus dipikirkan. Siapa yang bisa menjamin soal kesehatan pemain dan pelatih, ketika dipaksa lanjut, di tengah jalan ada komponen tim yang terkena, ini jadi PR lagi, jadi masalah lagi di tengah jalan,” kata Liluk.

Terlebih saat ini kasus COVID -19 di Indonesia sudah menembus angka 20000, dan tidak ada jaminan jumlah itu bisa menurun dengan cepat. Dan juga sarana transportasi akan menjadi kendala jika kompetisi tetap dipaksakan berlanjut.

” Sekarang ini mayoritas seluruh penerbangan dibatasi. Padahal Indonesia ini luas dan klub-klub tersebar dari Aceh sampai Jayapura. Kalau klub-klub sulit dapat penerbangan nanti bagaimana,” tambah Liluk.

Pihaknya tidak yakin kompetisi akan berjalan lancar jika terpaksa berlanjut. Apalagi kebijakan dalam mengatasi wabah ini berbeda beda di setiap kota dan kabupaten.

“Contoh di Semarang. Banyak jalan-jalan yang masih ditutup, pedagang kaki lima belum boleh berjualan. Apa iya kita memaksakan menggelar kompetisi di tengah situasi seperti itu,” jelas Liluk.

Meski demikian manajemen PSIS tetap menyerahkan keputusan soal lanjut tidaknya kompetisi kepada PSSI selaku induk sepak bola Indonesia.

“Kami tetap serahkan ke PSSI. Ini cuma pendapat kami yang melihat dari berbagai faktor. Jika lanjut PSSI harus punya formula untuk mengantisipasi masalah-masalah yang dikhawatirkan supaya tidak terjadi masalah di tengah jalan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk usulan home tournament, diyakini bisa mengangkat roda perekonomian. Apalagi banyak insan bola profesional yang menggantungkan hidupnya di dunia sepakbola. zia-yds

You Might Also Like

Jelang Pemilu 2024, Pendaftaran Panwaslu Kelurahan Segera Dibuka
Unissula Potong 18 Hewan Kurban, Dibagikan Bagi Warga
Dari Fun Walk hingga Pesan Serius: Kemenag Ingatkan Pentingnya Pencatatan Nikah
Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan, DPRD dan BPK Dorong Penguatan Kerja Sama
Listrik Padam Akibat Cuaca Extrim, PLN Demak Lakukan Percepatan Pemulihan 
TAGGED:dampak covid 19home tournamentpenghentian kompetisipsisi semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?