By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Rumah Sakit Tanpa Dinding Jadikan Layanan Kesehatan Berbasis Masyarakat
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Rumah Sakit Tanpa Dinding Jadikan Layanan Kesehatan Berbasis Masyarakat

Last updated: 13 Februari 2020 14:59 14:59
Jatengdaily.com
Published: 13 Februari 2020 14:57
Share
Sejumlah nara sumber dalam prime topic bertajuk Rumah Sakit Tanpa Dinding.Foto: she
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Konsep Rumah Sakit Tanpa Dinding saat ini tengah dikuatkan Provinsi Jateng.

Konsep Rumah Sakit Tanpa Dinding ini bersifat komprehensif. Mulai dari usaha preventif, kuratif sampai rehabilitasi. Hal ini sesuai dalam prioritas dan visi misi gubernur. Demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Jateng, dr Yulianto Prabowo, Kamis (13/2/2020), dalam prime topic bertajuk Rumah Sakit Tanpa Dinding.

Konsepnya pelayanan kesehatannya menurutnya adalah berbasis komunitas atau masyarakat. Bukan seperti dulu, berbasis rumah sakit. Di sini, rumah sakit melakukan jemput bola ke masyarakat. Rumah Sakit harus kreatif dan inovatif dalam membuat program.

Misalnya, dengan melakukan penyuluhan kesehatan. Juga membina kader kesehatan, melakukan pengecekan kesehatan warga, sehingg ada upaya mencegah orang sakit. Termasuk membuat antrian, dengan menggunakan IT. Sehingga antrean jika ke rumah sakit tidak panjang. Sistem pelayanan Rumah Sakit juga membina Puskesmas

”Intinya, pelayanan kesehatan komprehensif. Membongkar sekat di dalam dan di luar RS. Meningkatkan dan ada upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penyakit menular dan tidak menular.

Jadi mengintegrasikan semua pelayanan, dengan tujuan menciptakan derajat angka kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu dan anak. Rumah sakit sebagai institusi kesehatan padat teknologi, sarana dan prasarana dan sumber daya manusia (SDM) harus dikerahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid mengatakan konsep RS Tanpa Dinding sangat cocok. Tinggal mendetailkan saja, agar bisa terukur. Juga lebih mendekatkan ke masyarakat.

”Kami antusias, kami turun bersama tenaga penyuluhan masyarakat, lewat penyuluhan deteksi dini penyakit menular. Kami tahu betul para tenaga masyarakat saat terjun ke masyarakat,” jelasnya.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip Dr Budiyono menambahkan, konsep Rumah Sakit Tanpa Dinding sangat baik. Namun, salah satu yang perlu diperhatikan adalah, apakah bisa menjangkau wilayah yang jauh. Maka butuh peran masyarakat, dunia pendidikan, dan kader-kader kesehatan yang peru dibina dan dilatih. she

You Might Also Like

Parkir Pengunjung Museum Bubakan & Kota Lama akan Terintegrasi
Unissula PTS Terbaik Se Semarang Versi Edurank
Ledakan di Mako Brimob Belum Olah TKP, Polisi Masih Lakukan Disposal Sisa Peledak
Keunikan Sejarah Inovasi & Teknologi Pabrik Indarung 1 Semen Padang Memantik UNESCO Dijadikan Memory of The World Asia Pasifik
Festival Budaya dan Pameran Museum 2025, Upaya Demak Kenalkan Sejarah pada Generasi Muda
TAGGED:Abdul HamidFKM UndipKetua Komisi E DPRD JatengPemprov JatengRumah Sakit Tanpa DindingYulianto Prabowo
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?