Sambangi SMK, Hendi Dorong Anak Muda Tingkatkan Eksistensi

0
95
Walikota Semarang Hendrar Prihadi salami siswa SMK 2 Semarang. Foto: Ugl

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Menghadapi fenomena bonus demografi yang akan terjadi di tahun 2020-2035, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi meminta para pemuda untuk meningkatkan eksistensinya dalam berbagai hal.

Hal itu disampaikan Hendi, biasa wali kota disapa di hadapan ratusan siswa SMK Negeri 2 Semarang, kemarin. Saat ini anak muda di Indonesia menduduki porsi yang signifikan baik dari kualitas maupun kuantitasnya, yaitu sekitar 40 persen.

Apalagi dalam rentang waktu dari tahun 2020 sampai 2035, warga Indonesia yang berusia produktif atau usia 16 sampai 30 tahun akan mencapai 64 persen atau sekitar 150 juta jiwa dari total jumlah penduduk sekitar 297 juta jiwa. Selama kurun 15 tahun tersebut, Indonesia akan menikmati bonus demografi di mana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa.

Menanggapi hal tersebut, Hendi meminta para siswa untuk memanfaatkan peluang ini dalam memajukan Negara Indonesia. “Jika anak mudanya kreatif, inovatif, dan kompetitif, Indonesia pasti semakin maju, sebaliknya, jika anak mudanya keleleran dan menyalahgunakan Narkoba maka Indonesia kehilangan satu generasi untuk mencapai puncaknya,” ujar Hendi.

Menurutnya, para pemuda masih memiliki semangat dan idealisme yang tinggi. Ini menjadi kesempatan yang baik bagi para pemuda untuk menunjukkan eksistensinya bagi bangsa dan negara.

“Jadikan masa muda untuk investasi nama. Yaitu menjadi pribadi yang bisa diandalkan dan bertanggung jawab salah satunya dengan aktif berorganisasi. Bangun relasi, kembangkan potensi, dan jadilah pemuda yang peduli. Artinya, dalam dunia akademis dia pintar dan memanfaatkan kepintarannya bagi lingkungan sekitarnya,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga menyampaikan bahwa, adanya transformasi di dunia pendidikan di Indonesia membuat perubahan paradigma yang terjadi di masyarakat. Jika dulu semua berlomba-lomba untuk masuk Sekolah Menengah Umum kini sebagian masyarakat memilih Sekolah Menengah Kejuruan sebagai pilihan pendidikan formal.

“Persaingan sesungguhnya adalah di dunia kerja sedangkan lulusan SMK adalah lulusan yang siap kerja,” ujarnya.

Terlebih, Pemerintah telah menyiapkan revitalisasi SMK 2020-2025 agar lulusannya semakin banyak diserap di dunia kerja. Hal ini berarti sistem kurikulum diubah dari semula supply base ke demand base. Artinya, kurikulum SMK akan ditentukan oleh dunia usaha agar klop dengan kebutuhan industri di lapangan.

“SMK Negeri 2 ini keren, penjurusannya seperti akuntansi, administrasi perkantoran, pemasaran, usaha perjalanan wisata, dan rekayasa perangkat lunak merupakan jurusan yang diperlukan di dunia kerja. Untuk itu para siswa harus bangga dan bersemangat,” ujarnya menyemangati para siswa yang bersekolah di Jalan Dr Cipto No.121A, Semarang.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga meyakinkan para siswa untuk tidak khawatir terkait masalah gender. Ia menegaskan jika perempuan yang hebat akan memiliki peran atau status yang hebat juga. “Seperti Wakil Wali kota Semarang yang dijabat oleh seorang wanita, juga beberapa kepala dinas di Pemerintah Kota Semarang, dan anggota dewan,” tambahnya.Ugl–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here