By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: ‘Sang Panggung’, Konsep Teater Lingkar Gabungkan Seni
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
JedaSeni Budaya

‘Sang Panggung’, Konsep Teater Lingkar Gabungkan Seni

Last updated: 25 Agustus 2020 12:18 12:18
Jatengdaily.com
Published: 25 Agustus 2020 12:18
Share
Teater Lingkar mementaskan "Pakeliran Sampaan Sang Panggung’'. Foto : ist
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Teater Lingkar Semarang kembali menampilkan karyanya ‘Pakeliran Sampaan Sang Panggung’ secara virtual di Sanggar Teater Lingkar, Minggu (23/8/2020).

Kali ini produk seni yang ditampilkan teater tertua di Semarang berbeda dari pentas sebelumnya. Pentas yang disutradarai oleh Sindhunata Gesit Widiharto mengolaborasi antara seni pedalangan, teater, tari, karawitan dan musik instrumen eksperimental.

Sindhunata Gesit Widiharto mengatakan, konsep tersebut ditampilkan untuk menarik kaum milineal agar semakin mencintai kebudayaan sendiri.

Sedangkan judul ‘Sang Panggung’ adalah adaptasi dari ‘Nyi Panggung’ tulisan Eko Tunas yang menceritakan kehidupan di balik layar ketoprak Eko Mardiko.

“Pentas ini sebagai media pengenalan budaya tradisional kepada kaum milineal yang sekarang ini lebih cenderung memilih budaya barat Eropa. Ini juga sebagai media pengenalan kepada milenial yang yang lebih memilih kebudayaan Eropa dibanding mencintai seni tradisional,” kata Sindhunata.

Sindhunata menambahkan, pentas ini digarap dengan konsep hiburan. Hal ini agar penonton tidak berpikir keras dalam menangkap pesan yang disampaikan dalam pertunjukan tersebut.

” Kami intinya membuat karya sederhana tapi berkesan, tidak berat, dikonsep seimbang, ada unsur pendukung seperti tari, karawitan, musik pentatonis dan diatonis agar mudah dinikmati milenial,” tambah Sindhunata yang juga putra dari pendiri Teater Lingkar Maston.

Sedangkan Pendiri Teater Lingkar Maston mengapresiasi sekaligus bangga dengan pementasan ini.

“Saya sangat bangga dengan hasil Sang Panggung ini. Ada nuansa baru, jujur ada yang mengejutkan bagi saya. Ada ide ide baru. Saya mohon doanya Teater Lingkar tetap gagah melangkah tanpa lelah,” pungkas Maston Lingkar. zia-yds

You Might Also Like

Hadir di Queen City Mall Semarang, UBEATZ Café Cabin Tawarkan Kuliner dan Suasana Kekinian
Unissula Diminati Banyak Mahasiswa Asing
Moderasi Beragama Investasi Jangka Panjang
Pembelajaran Sastra Dinilai Membosankan
Tari Petik Teh Meriahkan Nusantaride Day di Agrowisata Pagilaran Batang
TAGGED:konsep milenialsang panggungseni budaya semarangteater lingkar semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?