SEMARANG (Jatengdaily.com) – Santri Pesantren Life Skill Daarun Najaah mengikuti baiat Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah yang dipimpin langsung oleh mursyid KH Dzikron Abdullah di aula at-Taqyy Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Rabu (30/12/2020).
Acara dimulai dengan hadroh yang dipimpin oleh Ust M Himmatur Riza MH dan pembacaan Alquran oleh Ust M Zanuar. Kedatangan KH Dzikron Abdullah ke aula at-Taqyy pun diiringi dengan mahalul qiyam oleh seluruh santri yang hadir dalam majelis tersebut.
Selaku pengasuh Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Dr KH Ahmad Izzuddin MAg. memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh santri yang telah ikut hadir dan memberikan hormat kepada mursyid Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, KH Dzikron Abdullah.
Dalam sambutannya, Dr KH Ahmad Izzuddin MAg mengatakan di zaman ini mengikuti sebuah Thoriqoh sangatlah penting, mengingat saat ini mendekatkan diri kepada sang pencipta haruslah dilandaskan kepada rasa cinta, bukan hanya kewajiban semata.
“Semoga seluruh keluarga besar Pesantren Life Skill Daarun Najaah mendapatkan keberkahan dari baiat Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah dan ijazah manaqib Nurul Burhani ini. Saya berharap amalan-amalan ini nantinya dapat diamalkan dengan khusyuk dan istiqomah,” ujar kyai dari lima anak tersebut.
Dia menambahkan, Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah ini adalah thoriqoh yang paling mudah amalannya, sehingga sangat sesuai bagi pemula yang ingin mempelajari thoriqoh. “Saya berharap para santri nantinya selain mempelajari syariat di pesantren, juga akan mulai diperkenalkan serta mengikuti secara langsung thoriqoh,” imbuh dia.
Di samping itu, Kyai Izzuddin sapaan akrabnya, telah lebih dulu dibaiat oleh KH Dzikron Abdullah menjadi badal atau khalifah yang nantinya lebih lanjut dapat mengajarkan Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsabandiyah kepada para santri dan masyarakat yang ingin belajar thoriqoh.
Sebelum dilakukan pembai’atan para santri dijelaskan terlebih dahulu tentang posisi thoriqoh. “Sufi itu terdiri dari tiga tingkatan yaitu syari’at, thoriqoh, dan ma’rifat. Syari’at itu ibarat perahu, thoriqoh bagaikan laut yang dijadikan untuk mencari kearifan, sedangkan ma’rifat merupakan tujuan akhir atau capaian dalam hidup.”
Kemudian setelahnya dia memimpin baiat dengan menuntun para santri bersama-sama melafalkan lafadz baiat yang diikuti oleh para santri. Penulis Shinta, Santri Life Skill Daarun Najaah–st


