SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Siswa Susur Sungai Sempor

Tim SAR gabungan bersiap melakukan pencarian lanjutan korban susur sungai Sempor Sleman. Foto: dok/twitter SAR Yogyakarta

SLEMAN (Jatengdaily.com) – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban siswa SMPN 1 Turi Sleman, yang terseret arus sungai Sempor di Kecamatan Turi Sleman DI Yogyakarta.

Basarnas Yogyakarta melalui akun twitternya Sabtu (22/2/2020) pagi menyebutkan, hingga pukul 04.20 WIB total siswa yang selamat dari arus sungai Turi sebanyak 216 orang, luka-luka 23 orang, meninggal 7 orang dan tiga orang masih dalam pencarian. Sabtu pagi mulai pukul 07.00 Tim SAR melanjutkan pencarian korban.

Disebutkan dalam postingan twitter Basarnas Yogyakarta, korban yang belum ditemukan Yasinta Bunga (13), Zahra Imelda (12), dan Nadine Fadilah (12).

Sedangkan korban meninggal yakni, Sovie Aulia (15), Arisma Rahmawati (13), Nur Azizah (15), Lathifa Zulfa (15), Khirunnisa Nurcahyani Sukmanindyah (14), Evieta Putri Larasati (13), dan Faneza Dida (13).

Hingga Sabtu pagi personel gabungan melanjutkan pencarian korban dengan sistem open grid, menyusuri tepian sungai untuk mencari siswa yang masih hilang. Area pencarian terbagi dalam beberapa sektor, mulai dari sektor TKP hingga tempuran sungai Sempor dengan Sungai Bedog.

Kemudian sektor Tempuran Sungai Sempor dengan Bedog hingga Perpotongan Sungai Bedog dengan selokan Mataram. Sektor perpotongan Sungai Bedog dengan selokan Mataram hingga jembatan sungai Bedog sebelah Gereja Santa Maria Assumpta Gamping. Serta sektor Jembatan Sungai Bedog hingga perpotongan Sungai Bedog dengan Jalan Ring Road Selatan.

BPBD Kabupaten Sleman telah mendirikan pos komando di lokasi kejadian dan terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dinas terkait, sukarelawan dan warga setempat.

Insiden tersebut bermula saat 250 murid SMP Negeri 1 Turi melakukan kegiatan Pramuka dengan menyusuri Sungai Sempor yang berada di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Ketika melakukan penyusuran tersebut, arus air tiba-tiba deras dan volume air meningkat akibat kiriman dari hulu sungai.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa siswa kelas 7 serta 8, dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Satu jam kemudian ketika mereka menjalani kegiatan susur sungai, musibah tersebut terjadi. Menurut sejumlah siswa, mendadak air sungai deras sehingga membuat para siswa menyelamatkan diri. Namun ada siswa yang tak sempat menyelamatkan diri sehingga hanyut. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here