By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Satu Pasien Meninggal, RSUP Kariadi: Negatif Corona Tapi Karena Flu Babi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Satu Pasien Meninggal, RSUP Kariadi: Negatif Corona Tapi Karena Flu Babi

Last updated: 27 Februari 2020 16:31 16:31
Jatengdaily.com
Published: 27 Februari 2020 16:21
Share
Dokter di RSUP dr Kariadi, Semarang saat jumpa media, Kamis (27/2/2020). Foto: adri
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Teka teki meninggalnya satu orang pasien berusia 37 tahun di RSUP Kariadi, yang dikarantina dan sempat menjalani observasi dari virus Corona terjawab. Pria ini, ternyata meninggal karena Flu Babi (Virus H1N1).

Hal ini terungkap dari pengumuman resmi yang diberikan oleh RSUP Kariadi, Semarang, Kamis (27/2/2020).

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan di RSUP dr Kariadi, Fathur Nur Kholis mengungkapkan telah memperoleh hasil diagnosa dari Litbangkes pada Rabu malam kemarin. Hasilnya ada virus influenza tipe A yang bersarang pada paru-paru pasien tersebut. Virus tersebut merupakan turunan dari H1N1 alias flu babi.

“Hasil labnya sudah kita terima semalam. Dia positif menderita Influenza tipe A atau H1N1. Itu kita dapatkan setelah ada kepastian kalau si pasien berumur 37 tahun ini negatif Covid-19. Di sampel yang sama menunjukan bahwa ada virus H1N1,” ujar Fathur, saat memberikan keterangan di rumah sakitnya, Kamis (27/2/2020).

Ia menekankan, pasien berusia 37 tahun itu tertular flu babi saat sedang berpergian ke Spanyol. Saat menjalani pemeriksaan medis di RSUP Kariadi, pasien juga mengaku sempat transit ke Dubai sebelum melanjutkan perjalanan ke Semarang.

Flu babi, menurutnya pernah mewabah sekitar tahun 2009-2010. Di tahun ini, flu babi kembali muncul dengan menginfeksi pasien yang sempat menjalani karantina Corona. “Virusnya ada di Spanyol dan bapak ini kan WNI yang pernah dari Spanyol juga,” imbuhnya.

Ia mengatakan meski masa pandeminya sudah lewat, namun flu babi masih bisa ditularkan melalui saluran transmisi udara. Dengan kata lain, tambahnya setiap orang di Indonesia bisa tertular flu babi meski tidak berpergian ke luar negeri.

“Penyebabnya karena ada tiga faktor. Bisa virus, bakteri dan jamur atau enzim lainnya seperti mikroorganisme atau non mikro. Itu bisa menyebabkan si penderitanya mengalami stadium ringan hingga berat. Tapi flu babi masa pandemi sudah lewat. Dan virus itu akan mengalami mutasi,” terangnya. adri-she

You Might Also Like

Rayakan HUT Ke-57, Telkom akan Hadirkan Metaverse Mall di Digiland 2022
PT Djarum Renovasi 25 Rumah di Purbalingga dan Banjarnegara
Kemenag Catat 220 Jemaah Umrah Transit Kembali ke Tanah Air
Tekan Kecelakaan Lalu Lintas, Dishub Demak Gelar Lomba Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ
Telkom Bangun Akses Air Bersih di Desa Pedalaman Nusantara
TAGGED:coronadokter Fathur Nur KholisFlu BabiPasien Kariadi Flu BabiRSU Kariadi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?