SLAWI (Jatengdaily.com)– Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal Hendadi Setiadji membenarkan pemantauan kesehatan para siswa SMA/SMK di Kabupaten Tegal. Pemantauan itu dilakukan setelah siswa dari ketiga sekolah melakukan study tour ke Bali dan Jakarta.
Seperti diketahui, kedua daerah itu merupakan daerah terjangkit virus Corona atau Covid-19. Dikatakan Hendadi, Dinkes telah melayangkan surat ke seluruh puskesmas di Kabupaten Tegal untuk memantau siswa-siswi dari ketiga sekolah itu di wilayahnya.
“Pegawai puskesmas dan bidan desa untuk melakukan sosialisasi pada keluarga yang anaknya ikut study tour,” katanya.
Para petugas medis, tambah Hendadi, diminta untuk terus memantau 14 hari pengawasan siswa-siswa tersebut di rumahnya masing-masing. Selain itu, orang tua juga disarankan untuk mengurangi interaksi sosial atau keluar rumah anak-anaknya.
Jika ada keluhan sakit, papar Hendadi, segera melaporkan ke bidan desa dan tenaga kesehatan terdekat atau bisa menghubungi hotline covid-19 Dinkes. Ini dilakukan, supaya keluarga siswa yang baru mengikuti study tour tidak kaget.
“Alhamdulillah bidan desa dan tim medis kami, sudah langsung berinteraksi dengan keluarga siswa yang baru pulang study tour. Intinya anak-anak mereka disarankan untuk tidak keluar rumah selama 14 hari ke depan,” tambahnya.
Untuk saat ini, lanjut Hendadi Setiaji, semua puskesmas siaga, dan terus menerus menggencarkan sosialisasi ke masyarakat. Utamanya terkait pentingnya menjaga kebersihan diri dengan cuci tangan pakai sabun sesering mungkin, serta etika ketika batuk, dan bersin.
Selain itu, juga diminta untuk menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi dan menghindari kontak dengan orang sakit, serta perbanyak aktivitas di rumah.
“Jika ada yang datang dari negara terjangkit atau daerah terjangkit seperti Jakarta, Solo, Semarang, dan Bali segera melakukan prosedur yang benar,” pungkasnya. wing-she
0



