Terdampak Corona, Pemerintah Diminta Serap Hasil Tangkapan Nelayan

Ilustrasi nelayan. Foto: Jatengdaily.com/wing

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Datangnya pandemi COVID-19 atau corona ini, semakin memperbanyak catatan permasalahan hajat hidup nelayan termasuk di Semarang.

Persoalan BBM misalnya di kampung nelayan Tambak Lorok, Semarang sebagai perkampungan nelayan yang padat dan aktivitas perikanan sangat aktif di sana tidak ada SPBN atau SPBU yang beroperasi.

“Nelayan selama ini menggantungkan kebutuhan BBM kepada pedagang eceran yang jumlahnya tentu terbatas, dan biasanya dibarter dengan hasil tangkapan yang harus dijual kepada pedagang tersebut, ” kata Hendra Wiguna, Humas KNTI (Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia) Kota Semarang dalam rilisnya Jumat (10/4/2020).

Menurutnya, adapun datangnya wabah corona ini juga berakibat turunnya harga ikan yang besar kemungkinan karna menurunnya permintaan pasar yang mulai sepi karena aktivitas masyarakat untuk keluar rumah mulai dikurangi. Begitupun hal ini juga dialami oleh para pembudidaya ikan di mana hasil budidaya mereka sangat sedikit terserap oleh pasar.

“Hal ini juga dialami nelayan di Demak. Saat ini mereka mensiasati dengan menggadaikan barang elektronik ataupun perhiasan untuk menyambung hidup. Mengingat ongkos melaut dengan pendapatan tidak sebanding, sehingga nelayan lebih memilih tidak melaut hal ini dialami oleh nelayan bubu rajungan Betahwalang,” tambah Hendra Wiguna.

Tak berbeda jauh dengan nasib nelayan di pulau-pulau kecil, seperti di Pulau Karimunjawa Jepara. Laporan yang diterima, tambah dia, nelayan mengalami penurunan pendapatan, harga ikan mulai turun separuhnya. Pun dengan pendapatan mereka dari sektor wisata, sebagaimana dialami juga oleh nelayan Pulau Pari.

Diakuinya, sudah ada beberapa kepala daerah yang bergerak untuk menangani permasalah-permasalahan yang timbul dari pandemi corona ini, walaupun secara spesifik kebanyakan belum menyasar langsung kepada nelayan.

Hendra berharap agar bantuan bagi warga terdampak corona tidak hanya berupa bantuan langsung sembako, akan tetapi juga harus ada langkah untuk jangka panjang mengingat wabah ini belum bisa diperkirakan kapan berakhirnya.

“Misalnya dengan menyerap hasil tangkapan nelayan untuk dijadikan paket sembako kepada warga atau disimpan dalam lumbung pemerintah tingkat kelurahan/desa ataupun adanya program bulog perikanan, dan memfasilitasi pedagang ikan dengan sarana penjualan online agar ikan bisa sampai langsung ke rumah warga,” tambah dia. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here