By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Terdampak Corona, Pemerintah Diminta Serap Hasil Tangkapan Nelayan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Terdampak Corona, Pemerintah Diminta Serap Hasil Tangkapan Nelayan

Last updated: 10 April 2020 17:35 17:35
Jatengdaily.com
Published: 10 April 2020 17:34
Share
Ilustrasi nelayan. Foto: Jatengdaily.com/wing
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Datangnya pandemi COVID-19 atau corona ini, semakin memperbanyak catatan permasalahan hajat hidup nelayan termasuk di Semarang.

Persoalan BBM misalnya di kampung nelayan Tambak Lorok, Semarang sebagai perkampungan nelayan yang padat dan aktivitas perikanan sangat aktif di sana tidak ada SPBN atau SPBU yang beroperasi.

“Nelayan selama ini menggantungkan kebutuhan BBM kepada pedagang eceran yang jumlahnya tentu terbatas, dan biasanya dibarter dengan hasil tangkapan yang harus dijual kepada pedagang tersebut, ” kata Hendra Wiguna, Humas KNTI (Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia) Kota Semarang dalam rilisnya Jumat (10/4/2020).

Menurutnya, adapun datangnya wabah corona ini juga berakibat turunnya harga ikan yang besar kemungkinan karna menurunnya permintaan pasar yang mulai sepi karena aktivitas masyarakat untuk keluar rumah mulai dikurangi. Begitupun hal ini juga dialami oleh para pembudidaya ikan di mana hasil budidaya mereka sangat sedikit terserap oleh pasar.

“Hal ini juga dialami nelayan di Demak. Saat ini mereka mensiasati dengan menggadaikan barang elektronik ataupun perhiasan untuk menyambung hidup. Mengingat ongkos melaut dengan pendapatan tidak sebanding, sehingga nelayan lebih memilih tidak melaut hal ini dialami oleh nelayan bubu rajungan Betahwalang,” tambah Hendra Wiguna.

Tak berbeda jauh dengan nasib nelayan di pulau-pulau kecil, seperti di Pulau Karimunjawa Jepara. Laporan yang diterima, tambah dia, nelayan mengalami penurunan pendapatan, harga ikan mulai turun separuhnya. Pun dengan pendapatan mereka dari sektor wisata, sebagaimana dialami juga oleh nelayan Pulau Pari.

Diakuinya, sudah ada beberapa kepala daerah yang bergerak untuk menangani permasalah-permasalahan yang timbul dari pandemi corona ini, walaupun secara spesifik kebanyakan belum menyasar langsung kepada nelayan.

Hendra berharap agar bantuan bagi warga terdampak corona tidak hanya berupa bantuan langsung sembako, akan tetapi juga harus ada langkah untuk jangka panjang mengingat wabah ini belum bisa diperkirakan kapan berakhirnya.

“Misalnya dengan menyerap hasil tangkapan nelayan untuk dijadikan paket sembako kepada warga atau disimpan dalam lumbung pemerintah tingkat kelurahan/desa ataupun adanya program bulog perikanan, dan memfasilitasi pedagang ikan dengan sarana penjualan online agar ikan bisa sampai langsung ke rumah warga,” tambah dia. yds

You Might Also Like

Hadiri Perayaan Ultah Raja Charles III, Wali Kota Semarang Jalin Komunikasi Pererat Diplomasi
Perkuat Kemitraan dengan Pelanggan, SIG Gelar Retailer Gathering
Selamatkan Ekosistem Pantai, Prof Rejeki Populerkan Program Tambak Terhubung Mangrove
Dukung Kelancaran Investasi, Mbak Ita Komitmen Permudah Perizinan dan Pembenahan Infrastruktur
Nina Nugroho Luncurkan Koleksi Ramadan dan Hari Raya 2026
TAGGED:dampak wabah coronaknti semarangnelayan semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?