By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Tim KKN Undip Olah Pupuk Organik dari Nasi Basi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Tim KKN Undip Olah Pupuk Organik dari Nasi Basi

Last updated: 7 Februari 2020 10:05 10:05
Jatengdaily.com
Published: 7 Februari 2020 10:05
Share
Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, di Desa Ngadikerso, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Pada minggu ke-4 kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, di Desa Ngadikerso, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, telah dilaksanakan program pendampingan dan pelatihan pembuatan mikroorganisme lokal dari pemanfaatan nasi basi untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia berlebihan.

Program ini dilaksanakan berdasarkan hasil pembicaraan dengan  Amin, ketua kelompok karya tani Dusun Kawadusan, yang sebelumnya mengeluhkan tentang penggunaan pupuk organik di Desa Ngadikerso.

Amin menyampaikan bahwa kesadaran para warga terkait pentingnya penggunaan pupuk organik sebenarnya sudah ada, namun dikarenakan harga pupuk organik dapat terbilang mahal dan kesediaan pupuk organik dari limbah ternak kurang mencukupi menyebabkan hingga saat ini para petani di Desa Ngadikerso tetap memilih untuk menggunakan pupuk kimia.

Menanggapi hal itu, mahasiswa KKN Undip yang terdiri dari Azam, Athifa, Allya, Binagus, Dinda, Nurul, dan Rifqi serta tim pengabdian yang terdiri dari Dr Dra Wilis Ari Setyati MSi, Bagus Rahmanda SH MH, Ir. RTD Wisnu Broto MT, Fahmi Arifan ST M.Eng membantu mencari jalan keluar terkait permasalahan tersebut.

Solusi yang Rifqi berikan selaku bagian dari mahasiswa KKN Undip di Desa Ngadikerso adalah dengan pembuatan pupuk dari limbah nasi basi yang kerap ada di setiap rumah.

Cara pembuatannya adalah dengan menyiapkan nasi basi, didiamkan di suhu ruang tanpa terkena sinar matahari hingga berwarna ke-oren-an, diberikan larutan gula sebagai tempat berkembangnya mikroba, kemudian campuran ini didiamkan hingga berbau agak masam atau biasanya sekitar 3-4 hari, terakhir disaring ampasnya dan pupuk organik ini siap digunakan.

Namun, larutan ini tidak boleh langsung disemprotkan ke tanaman melainkan harus dicampur air dengan perbandingan pupuk dan air 1:5. Program ini telah dilaksanakan pada 30 Januari 2020 di Dusun Kawadusan, Desa Ngadikerso. Acara tersebut diikuti oleh bapak-bapak petani dan mendapat respon positif dari warga. She

You Might Also Like

Penetapan Lokasi Penambahan Lahan  Tol Semarang-Demak Seksi I Terus Dikerjakan
Musta’in Ahmad Ajak Rohis Jaga Kesatuan dan Persatuan Bangsa
Komisi X Dapat Laporan Sulitnya Pengadaan Komputer untuk Sekolah
Menlu Pastikan tak Ada Pergeseran Kedaulatan Indonesia di Laut Cina Selatan
Pelarangan Study Tour bagi Suswa SMA di Jateng Perlu Ditinjau Ulang, Kecelakaan Ranah Dishub
TAGGED:KKN Undip Desa NgadikersoSumowono kabupaten semarangUndip semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?