Foto: ody

UNGGARAN (Jatengdaily.com)- Melalui progam “Siap Sadar Lingkungan” (Siap Darling) Bakti Lingkungan Djarum Foundation mengajak 250 mahasiswa melakukan penanaman pohon di Komplek Pencandian Gedong Songo Kabupaten Semarang, Kamis (5/3/2020).

Victor Hartono selaku President Director Djarum Foundation usai melakukan penanaman pohon kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini adalah lanjutan dari progam penanaman pohon di lingkungan cagar budaya.

“Sebelumnya kami sudah melakukan penanaman pohon di Candi Prambanan, Candi Ijo dan Ratu Boko. Pertengahan tahun akan kami lanjutkan di Candi Borobudur Jawa Tengah,” kata Victor.

Victor menyampaikan, alasan penanaman di lakukan di komplek candi karena candi merupakan komplek cagar budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Karena dengan adanya penanaman pohon dapat menjaga lingkungan selain itu juga memberikan keindahan candi.

“Sebab, pohon yang kami tanam adalah pohon jenis Pinus, Puspa dan Akar Wangi yang memiliki daun dan bunga yang indah sehingga dapat mempercantik kawasan candi” tambahnya.

Ia berharap dengan memberikan keindahan candi kedepannya dapat menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung.

“Sehingga, akan memberikan dampak positif khususnya perekonomian penduduk setempat,” harap Victor.

Kenapa, melibatkan mahasiswa dalam program ini. Victor menegaskan, karena ingin memastikan ada generasi berikutnya yang sadar terhadap lingkungan. Sebab, ke depan yang akan mengalami global negatif adalah para generasi berikutnya. Maka dengan langkah ini sebetulnya mereka yang harus berinvestasi untuk masa depan.

“Kami berharap mereka adalah generasi ke depan dan harapan kita semua,” ujar Victor.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Moch Effendi mengucapkan banyak terimakasih. Menurutnya dengan adanya progam ini pertama, memberikan daya dukung lingkungan karena lebih banyak pohon dapat menghasilkan CO2 sehingga bisa menghirup udara segar.

“Kalau udara segar dan sehat akan menghasilkan ketahanan tubuh yang sehat pula,” tegas Pangdam.

Sementara itu, kegiatan yang juga bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Budaya Indonesia melalui Balai Pelestarian cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Sukronedi mengatakan, kegiatan ini sebetulnya upaya langkah-langkah yang dilakukan oleh nenek moyang terdahulu menempatkan candi dan memperhatikan lingkungan dengan menanam pohon.

“Tidak akan ada teknologi yang bagus ketika masyarakat tidak hidup dengan baik. Jadi lingkungan adalah yang utama,” tegasnya.

Dengan adanya lingkungan yang stabil candinya juga akan stabil. Itu yang penting dan itu yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu dan bahkan memilih pohon untuk ditanam.

“Untuk apa, biar burung-burung tidak bersarang di candi dan memilih pohon. Jadi ada pilihannya dan harus diperhatikan,” tegasnya.

Ia menegaskan kegiatan ini tidak hanya bakti lingkungan tetapi bakti lingkungan dan budaya.

“Jadi kami mengapresiasi kegiatan ini, semoga langkah-langkah ini juga diperhatikan para mahasiswa sebagai gernarai kita kedepan,” harapnya. Ody-she

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here