By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Wagub Minta Penghuni Ponpes yang Covid-19 untuk Lapor
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Wagub Minta Penghuni Ponpes yang Covid-19 untuk Lapor

Last updated: 7 November 2020 16:59 16:59
Jatengdaily.com
Published: 7 November 2020 16:59
Share
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin. Foto: dok/humas
SHARE

BLORA (Jatengdaily.com)  – Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyatakan, stigma negatif yang melekat di masyarakat ketika mengetahui seseorang terkena covid – 19, membuat penderita enggan berterus terang. Hal itu terjadi pula di pondok pesantren. Ketika pondok pesantren terbuka ada warganya yang sakit, mereka khawatir pondoknya mendapat stempel negatif.

“Saya berharap kalau ada yang sakit jangan ditutup. Terbuka dan lapor saja. Sehingga kita bisa memilah siapa yang sakit harus dikarantina,” pesannya saat berkunjung di Pondok Pesantren Safinatun Najah Tunjungan Blora, Jumat (6/11/2020).

Menurut Wagub, masa karantina 15 hari itu tidak lama. Asal taat, kondisi tubuh bisa segera pulih. Selama itu pula akan dilakukan evaluasi oleh tim kesehatan daerah setempat. Sehingga, warga pondok yang sakit tidak perlu dipulangkan ke daerah asal. 

“Pondok diliburkan sementara, yang sakit nggak usah dipulangkan, dievaluasi selama 15 hari, kalau sudah tidak ada penularan lagi, mangga aktivitas lagi, tapi ya jaga protokol kesehatan,” ujarnya

Khusus pondok, selain menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun, satu lagi yang harus dilaksanakan adalah perketat keluar masuk warga sekitar ke pondok. Ditegaskan Taj Yasin, tujuannya bukan untuk melarang tapi menjaga para santri, utamanya para kyai agar tidak tertular covid 19. 

Setelah melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Safinatun Najah, Wagub menuju Ponpes An-Nur di Kunduran Blora. Di hadapan pengasuh pondok pesantren dan para santri, wagub mengatakan, dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, pihaknya menyempatkan ke pondok-pondok pesantren.

Tujuannya mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan agar terbangun kesadaran untuk menjaga para kyai tetap sehat. Wagub juga prihatin, selama delapan bulan pandemi melanda Indonesia, sudah sekitar 100 kyai meninggal karena terpapar covid. she

You Might Also Like

Tiadakan Selebrasi di Ramadan Ekstra, Tokopedia Fokus Beri Solusi Tangani Pandemi Corona
Buntut Jadwal Lomba Mundur dan Tak Jelas, Penari Cilik dan Pelatih Protes
TelkomGroup Aktifkan 13 Titik Internet Satelit untuk Korban Bencana Sumatra
Pastikan Kenyamanan, Smartfren Perkenalkan Unlimited Suka-Suka, Internetan Bebas Khawatir dan Bebas Pilih
Peringati Hari Santri, Mahasiswa USM Gelar Mabit dan Upacara
TAGGED:taj yasinwagub jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?