SEMARANG (Jatengdaily.com) – Walikota mengingatkan agar kita jangan pernah menyepelekan Covid-19. Sebab, ini virus tidak bisa kita lihat, nempel ke siapa, barang apa, kita tidak pernah tahu, karena bentuknya sangat kecil sekali.
“Tapi kalau kita tidak tangani dengan benar, Covid ini bisa mematikan dan menyebar ke banyak orang,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dalam video conference, kemarin.
Hendi menambahkan, di Semarang selama berlangsung empat minggu sudah tercatat 16 orang positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit meninggal. Sementara itu, kabar baiknya, ada 18 orang sembuh. Mari berdisiplin diri, kita lawan Covid-19. Caranya bagaimana? Jangan keluar rumah kecuali urgent, kalau terpaksa keluar rumah pakailah masker. Jangan sampai tertular karena Anda tidak pakai masker,” katanya.
Hendi wanti-wanti agar kegiatan apapun yang berpotensi menimbulkan berkumpulnya massa di suatu tempat atau area agar ditunda. “Lakukan aktivitas dari rumah. Boleh ibadah di rumah, bekerja di rumah, sekolah dari rumah, itu upaya untuk menyelamatkan Kota Semarang supaya segera terhindar dari Covid-19,” jelasnya.
Menjaga jarak fisik atau physical distancing, lanjut Hendi, merupakan upaya paling mutlak agar bisa memutus mata rantai Covid-19 di Kota Semarang. Sebab, dampak Covid-19 selain dalam bidang medis, juga dalam bidang ekonomi.
“Saya mewakili pemerintah menyampaikan perasaan prihatin. Banyak usaha warga harus tutup, pabrik-pabrik merumahkan para pekerja, restoran merumahkan pegawainya. Bahkan hotel banyak merumahkan karyawannya,” ujar dia.
Dikatakan, semua sektor terkena dampak Covid-19. Maka kawan-kawan semua harus tetap semangat dan sehat, serta jaga stamina agar tetap prima.
“Pemkot Semarang, minggu ini akan salurkan bantuan 100 ribu paket sembako. Mungkin nggak bisa mencukupi semua kebutuhan masyarakat, maka manfaatkanlah lumbung kelurahan di lingkungan panjengan,” katanya.
Apa itu lumbung kelurahan? Hendi meminta bagi warga yang mampu, dengan kerelaannya membantu dua atau tiga tetangga, atau bahkan 10 tetangga di sekitarnya.
“Dengan bantuan sembako tersebut membuat mereka mampu bertahan selama dua minggu. Atau sebaliknya, di dalam suatu kelurahan apabila tidak ada kelompok atau tetangga yang peduli, Anda bisa bercerita kepada kami di Pemkot Semarang,” tambahnya.
Insyaallah, kata Hendi, Pemkot akan mencari solusinya dari pengusaha maupun penyaluran sembako melalui APBD. Selalu semangat, selalu sehat, insyaallah, Covid-19 segera pergi dari Semarang dan Indonesia. Ugl–st

