Ilustrasi vaksinasi. Foto: bnpb

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Pihak Bea Cukai wilayah Tanjung Emas Semarang kedatangan 42.900 vial vaksin Pfizer asal Amerika Serikat melalui Bandara Ahmad Yani Semarang pada, Kamis (16/9/2021). Demi kelancaran prosedur percepatan vaksinasi perizinan fiskalnya telah dipermudah.

“Kedatangan vaksin Pfizer kali ini untuk mempercepat vaksinasi. Dan kami akan terus memberikan fasilitas untuk kelancaran proses importasinya,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas Semarang, Anton Martin, Kamis (16/9/2021).

Dia menyebut vaksin Pfizer yang dikirim ke Semarang tersebut merupakan barang impor vaksin pertama yang tidak melewati pengiriman dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Sampai saat ini pihaknya akan berupaya mendukung program pemerintah dalam mencapai target vaksinasi 2 juta orang per hari.

“Vaksin yang diimpor oleh PT. Pfizer Indonesia merupakan importasi vaksin pertama diluar Bandara Soekarno Hatta. Upaya pembebasan bea masuk untuk vaksin Pfizer setara dengan nilai Rp 23 miliar,” jelasnya.

Anton memberikan fasilitas Rush Handling dengan mengacu pada aturan Permenkeu Nomor 74/PMK.04/2021 tentang Pengeluaran Barang Impor Untuk Dipakai Dengan Pelayanan Segera (Rush Handling).

“Layanan impor vaksin Pfizer diberi fasilitas Rush Handling atau penanganan segera barang impor tertentu karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean Semarang,” ujarnya.

Sedangkan pengiriman vaksin Pfizer ke Semarang juga tidak dipungut biaya Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Selain itu dibebaskan dari pungutan Pajak Penghasilan sesuai Pasal 22 dan acuannya terkait Permenkeu Nomor 188/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan atau Cukai serta Perpajakan atas Impor Pengadaan Vaksin dalam rangka Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pelaksana Tugas Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan, dr Prima Yosephine menyatakan dalam waktu dekat vaksin Pfizer sebanyak 42.900 vial akan dikirim ke empat kabupaten/kota di Jawa Tengah dan DIY. Vaksin Pfizer nantinya akan digunakan bagi daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah.

“Vaksin Pfizer akan didistribusikan ke empat daerah Jawa Tengah dan DIY. Pertimbangannya karena masih rendahnya cakupan vaksinasi dosis satu dan lokasinya dekat dengan ibukota sebagai area aglomerasi,” tutup Prima Yosephin. adri-she