By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Antisipasi Keterbatasan Pupuk Bersubsidi, Gus Yasin Imbau Petani Gunakan Pupuk Organik
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Antisipasi Keterbatasan Pupuk Bersubsidi, Gus Yasin Imbau Petani Gunakan Pupuk Organik

Last updated: 14 September 2021 12:33 12:33
Jatengdaily.com
Published: 14 September 2021 12:33
Share
Wagub Jateng Taj Yasin. Foto: humasprov
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mendorong petani menggunakan pupuk organik. Hal tersebut disampaikan untuk mengantisipasi keterbatasan pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat.

“Kemarin saya dengar langsung dari Pak Mentan Yasin Limpo saat penghargaan Bidang Pertanian 2021. Beliau mengatakan bahwa produksi pupuk masih belum bisa mencukupi, baru sekitar 50 persen. Maka itu, selain menggunakan pupuk dari pemerintah, mari kita gunakan pupuk organik,” kata Gus Yasin, sapaannya, dihubungi melalui saluran telepon, Selasa (14/9/2021).

Menurutnya, penggunaan pupuk organik merupakan salah satu langkah untuk pemakaian tanah yang berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun sudah melakukan beberapa upaya agar para petani menggunakan pupuk organik. Salah satunya dengan pelatihan pembuatan pupuk organik.

Meski demikian, Gus Yasin memaklumi petani tidak bisa langsung beralih ke pupuk organik. Karenanya, dia tetap meminta agar pembagian pupuk bersubsidi dari pemerintah dapat dilakukan secara merata.

“Nanti pelan-pelan, sembari program kita dorong terus agar petani mulai memproduksi pupuk organik dan menggunakannya,” imbuhnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Tri Susilarjo mengatakan, pihaknya teris mendorong petani untuk melakukan perbaikan struktur dan kesuburan tanah melalui penggunaan pupuk organik.

“Sehingga ketergantungan pupuk anorganik dapat dikurangi. Pupuk anorganik menyebabkan kondisi tanah kurus dan tidak subur,” kata Tri.

Ditambahkan, petani yang ingin belajar memproduksi pupuk organik dapat meminta kepada Distanbun. Mereka akan diajari cara memproduksi pupuk organik hingga sesuai dengan standar-standar yang ditentukan.

“Pelatihannya gratis. Hasilnya nanti kita ujikan sesuai standar yang berlaku, salah satunya Standar Nasional Indonesia (SNI). Kalau akan dipakai atau diperjualbelikan secara internal untuk satu desa misalnya, sudah percaya diri karena masuk SNI,” papar dia.

Tri menyampaikan, pertanian yang betul-betul organik di Jawa Tengah hingga saat ini jumlahnya masih relatif sedikit. Namun untuk jenis pertanian lainnya seperti pertanian sehat, pertanian bebas pestisida, jumlahnya sudah relatif banyak.

“Kalau pertanian organik memang masih sedikit, namun hasilnya menjadi sangat premium dengan nilai jual tinggi. Misalnya pertanian padi, kalau (pertanian) biasa, nilai berasnya paling Rp8 ribu sampai Rp 9 ribu saja per kilogram. Tapi kalau pertanian organik nilai jualnya (per kilogram) bisa lebih dari Rp25 ribu,” tandasnya. she

You Might Also Like

Bulog Jateng Salurkan Beras 10 kg untuk 2,3 Juta Keluarga
Hilang 10 Hari, Nelayan Ditemukan Meninggal di Perairan Moro Demak
Penggunaan Masker Ternyata Sudah Sejak Abad 17
Andi Merpati Band Tidak Tahan, Saat Jauh Darimu
Jumlah Perempuan di Keanggotaan Panwaslu Kelurahan Capai 31 Persen
TAGGED:kelangkaan pupukpupukpupuk organiktaj yasinwagub jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?