By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Antrean Pemakaman hingga 2 Hari, Warga Pamulang Urus Mandiri yang Meninggal karena Covid
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Antrean Pemakaman hingga 2 Hari, Warga Pamulang Urus Mandiri yang Meninggal karena Covid

Last updated: 8 Juli 2021 10:52 10:52
Jatengdaily.com
Published: 8 Juli 2021 10:52
Share
Ilustrasi pemakaman kasus Corona. Foto: JD/wing
SHARE

TANGERANG (Jatengdaily.com)- Angka kematian akibat Covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), masih tinggi. Warga pun harus antre untuk proses pemakaman.

Seperti diungkapkan oleh Dinan, Ketua RW 20, Komplek Griya Pamulang 2, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang. Dia mengatakan ada warga yang meninggal terpapar Covid-19.

“Jadi kejadiannya pada Senin 5 Juli 2021 malam, sekira jam 20.00 WIB, ada warga yang sudah sepuh meninggal dunia,” katanya, Rabu (7/7/2021).

Sesuai dengan prosedur Covid-19, warga yang meninggal itu dilaporkan kepada puskesmas setempat. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata benar warga itu terpapar Covid-19.

“Sesuai prosedur, kita info ke puskesmas untuk cek ricek kondisi jenazah. Ternyata terkonfirmasi Covid-19. Pihak RT/RW memastikan, hal ini agar bisa diurus oleh pihak puskesmas saja,” sambungnya, dilansir dari humas Polda Metro Jaya.

Tetapi pihak puskesmas mengaku sudah kewalahan, karena terlalu banyak warga yang meninggal akibat Covid-19 pada waktu yang bersamaan.

“Pihak puskesmas menyarankan untuk dilakukan pemakaman secara mandiri, karena pengurusan jenazah Covid-19 di puskesmas antreannya cukup banyak, dan dapat antrean ke-10,” jelasnya.

Mendengar penjelasan itu, pengurus lingkungan kaget, karena berarti proses pemakaman baru bisa dilakukan dua hari kemudian dan ini sangat memberatkan.

Akhirnya, kepengurusan jenazah warga itu diserahkan ke pihak Gereja. Tetapi karena tahu warga meninggal Covid-19, mereka juga menolak. Lingkungan pun akhirnya menghubungi pihak ketiga.

“Akhirnya, saya mencoba pihak ketiga yang bisa mengurus pemakaman jenazah Covid secara mandiri. Tetapi keluarga mengeluh, karena tidak bisa menyiapkan biaya Rp5 juta,” paparnya.

You Might Also Like

13 Juli Dimulai Tahun Ajaran Baru, Kemendikbud: Tidak Sama dengan Pembukaan Sekolah
Kagumi Candi Borobudur, Presiden Prancis Sebut Lambang Keunggulan Manusia dan Inspirasi Dunia
Imbas Banjir di Grobogan, Daop 4 Semarang Percepat Penanganan Gogosan dan Masih Terapkan Jalur Kereta Api Memutar
Dukung Pemulihan Pascabencana, SIG Kirim 36.000 Bata Interlock untuk Pembangunan Hunian Tetap di Kampung Talang, Padang, Sumatra Barat
Muskerwil ISNU Jateng Perkuat Sinergi dengan Perguruan Tinggi
TAGGED:pemakaman antre 2 haripemakaman covid
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?