API Jateng Gelar Istighotsah Sambut Hari Tani; Berharap Reforma Agraria Dipercepat

Aliansi Petani Indonesia (API) Jawa Tengah menggelar istighotsah dan doa bersama di 15 titik lokasi di Jawa Tengah. Foto: ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Aliansi Petani Indonesia (API) Jawa Tengah menggelar istighotsah dan doa bersama di 15 titik lokasi di Jawa Tengah. Ini dilakukan dalam rangka memperingati hari tani nasional 24 September 2021.

“Kali ini kami memperingati hari tani nasional dengan mengadakan istighotsah dan doa bersama karena masih dalam situasi pandemi, dan dilaksanakan di 15 titik lokasi di Jawa Tengah”, kata Syukur Fahruddin, Ketua DPD API Jawa Tengah dalam siaran pers Jumat (24/9/2021).

Peringatan hari tani nasional kali ini mengambil tema “Laksanakan reforma agraria sejati guna menegakkan kedaulatan pangan dan mewujudkan kesejahteraan petani Indonesia”.

“Tujuan diadakannya hari ini adalah supaya pelaksanaan reforma agraria sejati dilaksanakan dan dipercepat, supaya tidak ada ketimpangan kepemilikan lahan,” ucapnya.

Baca Juga: Selamat Hari Tani

Syukur menambahkan 68 persen daratan Indonesia sudah dikuasai oleh satu persen kelompok pengusaha dan koorporasi besar, ini merupakan ketimpangan penguasaan lahan terburuk sejak UUPA disahkan.

Ketimpangan ini membuat rakyat semakin sulit memiliki tanah apalagi para petani yang membutuhkan lahan besar untuk bekerja bercocok tanam.

“Kurang lebih 16 juta rumah tangga petani itu hanya menguasai tanah kecil-kecil di bawah 0,5 hektar, fenomena ini tidak hanya di Jawa, tapi di luar Jawa sudah menjadi eksisting riil situasi di lapangan, ketimpangan itu semakin meluas,” jelasnya.

Adanya proses perampasan tanah yang sangat masif di seluruh wilayah Indonesia baik di desa yang ditempati masyarakat agraris, bahari, pedesaan, adat, dan petani. Ini krisis agraria yang tak berkesudahan.

Untuk itu API Jawa Tengah meminta pemerintah melaksanakan reforma agraria sejati sesuai amanat UUPA 1960 sehingga tidak ada konflik agraria dan juga ketimpangan lahan yang dapat merugikan rakyat khususnya petani.

“Dan kami meminta Presiden Joko Widodo mengalokasikan anggaran yang bersumber dari APBN untuk melaksanakan percepatan reforma agraria”, tutup Syukur. yds