Anggota Fraksi PKB DPRD Jateng sekaligus Ketua DPW Perempuan Bangsa Jateng Hj Ida Nur Sa'adah saat membagikan voucher belanja lauk pauk di warung tetangga, sebagai rangkaian kegiatan Harlah Ke-23 PKB. Foto : ist

DEMAK (Jatengdaily.com)- Sudah menjadi pengetahuan umum, pelaku usaha kecil dan masyarakat kecil paling terdampak saat  PPKM Darurat berlangsung. Bersamaan peringatan Harlah Ke-23 PKB, jutaan voucher belanja lauk pauk di warung tetangga serentak dibagikan para politisi PKB kepada masyarakat terdampak covid-19, Jumat (23/7). Di samping meringankan beban masyarakat, dimaksudkan pula menghidupkan ekonomi rakyat.

Sebanyak 50 lembar voucher belanja lauk pauk di warung tetangga pun seketika berpindah tangan dari Hj Ida Nur Sa’adah ke puluhan kader dan warga terdampak covid-19 di sekitar kediaman Ketua DPW Perempuan Bangsa Jawa Tengah itu di Tembiring Demak, Jumat (23/7). Sebagaimana instruksi Ketua Umum PKB H Abdul Muhaimin Iskandar, kegiatan sosial rangkaian peringatan Harlah Ke-23 tersebut dimaksudkan menggeliatkan usaha kecil juga membantu masyarakat terdampak pandemi.

“Inti dari pembagian voucher belanja lauk pauk di warung tetangga adalah  agar perekonomian di kampung atau desa bangkit dari keterpurukan.  Di sisi lain, masyarakat yang kurang mampu pun turut mendapatkan lauk pauk,” ujar Mbak Ida, demikian ibu tiga anak itu biasa disapa.

Anggota Fraksi PKB DPRD Jateng  itu melanjutkan, dengan belanja di warung atau toko kelontong tetangga praktis usaha kecil yang paling banyak terdampak PPKM kembali ada ‘kehidupan’. Bahkan berlanjut bangkit sehingga mampu bertahan di tengah pandemi.

“Sebenarnya pembagian voucher juga merupakan kampanye atau ajakan agar masyarakat lebih memperhatikan dan belanja di toko atau warung tetangga dari pada di mart-mart. Bukan berarti mematikan mart, namun lebih pada upaya membantu menghidupkan ekonomi rakyat,” imbuhnya.

Mendapatkan voucher senilai Rp 50 ribu, Rois Mu’tamaroh, kader Perempuan Bangsa Kabupaten Demak yang juga guru TK/PAUD merasa bersyukur. Terlebih sejak covid-19 mewabah, kegiatan di dunia pendidikan menjadi terbatasi.

“Alhamdulillaah sepulang menghadiri tasyakuran Harlah Ke-23 PKB yang super ketat standar protokol kesehatan (prokes) penyelenggaraannya ini, saya bisa langsung belanja telur, minyak goreng dan teman-temannya untuk lauk makan malam keluarga kami. Maturnuwun PKB, Barakallah. Aamiin,” tandasnya. Rie-she