By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Balai Bahasa Jateng Gali Kosakata Budaya Jawa dari Warga Boyolali
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Balai Bahasa Jateng Gali Kosakata Budaya Jawa dari Warga Boyolali

Last updated: 4 Maret 2021 21:18 21:18
Jatengdaily.com
Published: 4 Maret 2021 21:18
Share
Tim Balai Bahasa Jateng mendatangi warga Boyolali untuk menggali kosa kata budaya Jawa. Foto:dok
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Perkamusan dan Peristilahan, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) mendatangi lima desa di Kabupaten Boyolali, Rabu, 3 Maret 2021. Kelima desa tersebut adalah Desa Sampetan dan Desa Kaligentong (Kecamatan Gladaksari), Desa Tumang (Kecamatan Cepogo), Desa Urutsewu dan Desa Ngampon (Kecamatan Ampel). Tujuannya dalam rangka penyusunan Kamus Budaya Jawa.

“Kami mendatangi sentra kerajinan, kesenian, pertanian, peternakan, dan pertukangan di lima wilayah di Boyolali,” kata Kahar Dwi Prihantono , Koordinator KKLP Perkamusan dan Peristilahan seraya menambahkan jika tim peneliti dari BBPJT terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali untuk memetakan wilayah penelitian mereka.

Didokumentasikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupoten Boyolali, Darmanto, S.Pd., menyambut baik dan mendukung kegiatan tersebut. Menurut Darmanto, kosakata budaya Jawa sangat penting untuk didokumentasikan dan disusun agar generasi muda bisa memahami kekayaan budaya masyarakat pemiliknya.

“Jika kosakata itu sudah masuk ke kamus, generasi muda dan siswa dapat memahami kosakata budaya Jawa secara utuh,” ujarnya sambil mengingatkan tentang pengaruh globalisasi dan era digital telah menciptakan jarak antara budaya Jawa dan generasi muda.

Tanggapan dan dukungan serupa disampaikan oleh Kasi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Drs. Sutrisno. Ia mengantarkan tim peneliti ke sentra kerajinan tembaga dan kuningan di Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, pada 2 Maret 2021. Tim yang lain mendatangi Kelompok Rodat Sabar Santosa (Dukuh Ringinsari Wetan, Desa Sampetan, Kecamatan Gladaksari), Sanggar Taruna Budaya (Desa Kaligentong, Kecamatan Gladaksari), dan peternak sapi di Desa Urutsewu untuk menggali kosakata yang berkaitan dengan kesenian rodat, reog, peternakan sapi, dan pertukangan.

Selain itu, tim juga menggali kosakata budaya di Desa Ngampon sebagai sentra pengrajin bambu di Kecamatan Ampel. Kegiatan penggalian kosakata budaya Jawa tersebut berlangsung selama empat hari, yakni pada tanggal 4, 8, 9, dan 10 Maret 2021.st

You Might Also Like

BAN PT Lakukan Surveilen Akreditasi ITB Semarang
Kasus Baru Gangguan Ginjal Akut Menurun
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Perbanyak Event Seni
Kereta Api Sancaka Utara Kembali Beroperasi Mulai 1 Februari 2025 dengan Relasi Diperpanjang hingga Cilacap
Jokowi Tekankan Covid Terkendali, Tetapi Ekonomi Tidak Terganggu
TAGGED:balai bahasa Jatengbudaya Jawagali kosa katawarga Boyolali
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?