DEMAK (Jatengdaily.com) – Seorang balita yang masih berumur 2 tahun 9 bulan, diduga menjadi korban pembunuhan keji di Demak Jawa Tengah. Jasad korban ditemukan tergeletak mengenaskan di sesemakan Desa Sidorejo, Kecamatan Guntur, Demak.
Kondisi tubuh korban ditemukan luka sayatan di leher, dicurigai kuat merupakan korban pembunuhan. Berkat kesigapan jajaran Satreskrim Polres Demak, kurang dari 24 jam dua orang diduga sebagai pelaku berhasil dibekuk. Kasus sedang dalam pengembangan, karena seorang lagi tersangka masih dalam pengejaran.
Baca Juga: Pembunuhan Balita di Demak; Direncanakan dan Diduga Gara-gara Bisnis Upal
Saat dikonfirmasi Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono mengatakan, kasus sedang dalam pengembangan. “Satu tersangka masih belum tertangkap,” ujarnya, saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (22/12/2021) petang.
Korban belakangan diketahui bernama RD usia 2 tahun 9 bulan. Bocah malang itu disebut-sebut merupakan anak pasutri FE (42) da T (30) warga Samarinda Kalimantan Timur.
Sementara dua orang tersangka pelakunya diinformasikan berinisial M dan R, keduanya warga Bonang, Demak. Dari sejumlah informasi di lapangan, kasus dugaan pembunuhan itu bermula dari pertengkaran FE dengan salah satu tersangka pelaku. Kemudian FE dipukul para pelaku hingga tak berdaya.
Saat terkapar tak berdaya itu lah, RD dibawa kabur menggunakan mobil. Namun karena menangis dan meronta, salah satu pelaku naik pitam hingga terjadilah penganiayaan yang menyebabkan korban meregang nyawa. Diduga untuk menghilangkan jejak, korban dibuang di semak-semak.
Nasib memilukan balita di Demak ini sempat membuat geger kota tersebut. Terlebih setelah ada unggahan video penemuan mayat balita hingga viral di Kota Wali. Hingga mengundang ribuan komentar khususnya hujatan ditujukan pada para pelaku. rie-yds
0



