Banjir di Kebumen, Akibat Tanggul Sungai Lesung Jebol

2 Min Read
Tanah longsor dan banjir melanda Kebumen, sekibatnya ratusan KK terdampak. Foto: dok.bpbd kebumen/bnpb

KEBUMEN (Jatengdaily.com) – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (10/2/2021) pukul 16.00 WIB. Akibatnya tanggul Sungai Lesung jebol setinggi kurang lebih sepuluh meter.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr. Raditya Jati dalam keterangannya, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, sebanyak lima desa terdampak banjir dengan ketinggian muka air beragam. Tepantau tinggi permukaan air antara 30 hingga 150 cm. Selain itu, kejadian ini juga menyebabkan tanah longsor di salah satu lokasi.

“Data BPBD setempat mencatat lima desa terdampak yaitu di Desa Merden, Desa Balingasal, Desa Sidototo dan Desa Kalijering yang terletak di Kecamatan Padureso. Selanjutnya Desa Pesuningan yang terletak di Kecamatan Prembun,” ungkap Raditya.

Dijelaskan, dari lima desa tersebut, terdapat 2 orang korban meninggal dunia, 1 orang hilang tertimbun, serta 108 KK terdampak banjir. Selain itu terdapat 90 jiwa mengungsi di Masjid Baitul Mutakir.

BPBD mencatat kerugian material akibat banjir berupa 108 unit rumah terendam, 2 unit rumah rusak ringan, 2 unit rumah rusak berat dan 1 sekolah menengah pertama terendam.

“BPBD Kabbupaten Kebumen melakukan pendataan dan operasi gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, POLRI dan relawan untuk melakukan upaya pencarian terhadap korban hilang akibat tertimbun longsor. Selain itu, upaya percepatan penanganan juga telah dilakukan diantaranya mengirimkan logistik kebutuhan dasar, mengirimkan peralatan penanganan darurat, dan mendirikan dapur umum,” jelasnya.

Kondisi terkini banjir telah surut dan cuaca di sekitar Kabupaten Kebumen terpantau mendung. Menurut kajian dari InaRISK, Kabupaten Kebumen memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, mengingat prakiraan puncak musim penghujan masih berlangsung hingga akhir Februari 2021.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Kebumen masih berpotensi hujan ringan bahkan sedang pada esok hari (11/2).

Masyarakat dapat memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi Info BMKG untuk mengetahui prakiraan cuaca dan mengetahui risiko bencana yang ada di wilayahnya melalui laman InaRISK. Informasi ini dapat bermanfaat untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya, khususnya banjir. yds

0
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.