Bank Sampah Bogosari Demak Dukung Smart City

Usai peresmian bank sampah Desa Bogosari Guntur, Demak secara virtual segenap pengurus berfoto bersama. Foto: rie

DEMAK (Jatengdaily.com) – Desa Bogasari Kecamatan Guntur Kabupaten Demak meresmikan bank sampah untuk mendukung pembangunan Kabupaten Demak sebagai Smart City. Melalui pengelolaan sampah diharapkan sampah bukan lagi menjadi masalah, melainkan sumber berkah. Sekaligus mampu bersinergi dengan program pemerintah daerah tentang pengembangan smart city.

Saat peresmian bank sampah Desa Bogosari, Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak Kus Darmawan menuturkan, perjuangan warga terkait pengelolaan sampah adalah bagian upaya untuk mengangkat Kabupaten Demak menjadi Smart City.

“Semoga apa yang telah kami sampaikan mengenai pengelolaan sampah dapat dilaksanakan sehingga menjadi rujukan dan percontohan desa desa sekitar. Bahkan desa dari luar kabupaten, luar propinsi dan di tingkat nasional,” kata Kus Darmawan, Jumat (18/6/2021).

Hadir dalam acara itu Kepala Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Demak H Agus Musyafak, Kepala Desa Bogasari Muhammad Makruf, serta Pendamping PKH Desa Bogosari Agus Romli.

Pada sambutannya secara virtual, Agus Musyafak menjelaskan, pihaknya pun tengah merencanakan pengelolaan bank sampah terpusat berbasis Smart City.

“Sehubungan itu kami akan diskusi tentang bank sampah terpusat berbasis smart city untuk meningkatan pelayanan publik dan transparansi anggaran,” imbuhnya.

Sementara Kades Bogosari Muhammad Makruf berharap adanya pembangunan bank sampah berimbas pada perbaikan pembangunan infrastruktur. Baik pembangunan fisik maupun digital, sehingga berdampak pula pada peningkatan kualitas hidup warga.

“Dengan diresmikannya bank sampah ini kami berharap ada perbaikan kualitas hidup dan peningkatan pendapatan dengan memanfaatkan hasil pembangunan infrastruktur yang dibangun pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut disebutkan, pembangunan bank sampah semula digagas oleh Agus Romli, Pendamping PKH Desa Bogosari. Sementara ini anggota/nasabah dari bank sampah adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kami ingin mengajak KPM PKH sadar akan pentingnya mengelola sampah dengan baik, sehingga sampah bukan menjadi masalah, tetapi dapat menjadi berkah dan bahkan mampu bersinergi dengan program pemerintah daerah tentang pengembangan smart city,” pungkas Agus Romli. rie-yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here