By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Belajar Tatap Muka Prokes Harus Ketat, agar Orangtua Yakin
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Belajar Tatap Muka Prokes Harus Ketat, agar Orangtua Yakin

Last updated: 24 Maret 2021 19:42 19:42
Jatengdaily.com
Published: 24 Maret 2021 19:42
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Provinsi Jawa Tengah sebentar lagi akan melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di beberapa sekolah menengah seperti tingkat SMP dan SMA/SMK.

Rencananya, uji coba PTM tahap pertama akan dilaksanakan mulai tanggal 5 – 16 April 2021. Menanggapi hal itu, anggota Komisi X DPR RI dari Dapil I Jawa Tengah, Yoyok Sukawi mengatakan bahwa uji coba PTM memang penting dilaksanakan.

Pasalnya sudah satu tahun lebih, murid sekolah harus menjalani pembelajaran secara daring yang dianggap kurang efektif.

“Semua orang tentu ingin segera melaksanakan sekolah tatap muka. Termasuk kami-kami ini yang punya anak, namun ada satu hal yang harus ditegaskan yakni terkait prokes,” tutur Yoyok Sukawi di Semarang, Rabu (24/3).

“Prokes itu suatu hal yang tidak bisa ditawar. Jadi kami di Komisi X berharap PTM bisa dijalankan dengan prokes yang ketat. Tidak hanya di Jawa Tengah, namun seluruh daerah di Indonesia yang akan melakukan uji coba sekolah tatap muka,” imbuh anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Yoyok Sukawi juga berharap tidak ada paksaan bagi siswa yang mungkin belum diizinkan orangtuanya untuk melaksanakan sekolah tatap muka.

Namun, ia yakin bahwa pemberlakukan prokes yang ketat akan meyakinkan orangtua untuk mengizinkan anaknya datang ke sekolah.

“Untuk uji coba, jangan ada paksaan kalau bisa. Kalau memang ada orang tua yang belum yakin, itu tugas sekolah atau dinas pendidikan untuk membuktikan bahwa prokes akan dilaksanakan sesuai prosedur,” ujar Yoyok Sukawi.

Pria berusia 43 tahun ini juga berharap distribusi vaksin bagi guru, tenaga pendidik, hingga unsur pekerja sekolah lainnya telah terdistribusi dengan baik sebelum pelaksanaan uji coba PTM.

“Soal vaksin untuk guru dan unsur pendidikan lainnya, sebisa mungkin dikebut. Jadi mereka sudah memiliki proteksi juga untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang sekitar termasuk anak-anak kita yang menjalani uji coba sekolah PTM,” pungkasnya. zia-yds

 

You Might Also Like

Bertolak ke Hanoi, Skuad Garuda akan Lawan Vietnam 27 Maret
Parlemen Digital Permudah Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Hendi Dukung Gabungan Organisasi Wanita Aktif Kurangi Kemiskinan
Dokter Gigi Harus Siap Mengabdi di Berbagai Wilayah
Biofarma & MIT Hacking Medicine Hadirkan Solusi Layanan Kesehatan
TAGGED:Komisi X DPRpembelajaran tatap mukaYoyok Sukawi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?