By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Dalam Berdakwah, Pendakwah Butuh Kearifan dan Bil Hikmah
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dalam Berdakwah, Pendakwah Butuh Kearifan dan Bil Hikmah

Last updated: 13 Februari 2021 16:19 16:19
Jatengdaily.com
Published: 13 Februari 2021 16:19
Share
Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Dr Adian Husaini MSi. Foto: dok/jdc
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Adian Husaini mengatakan, dalam berdakwah, para pendakwah butuh kearifan dan bil hikmah, yakni dimana dalam menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana.

“Kita harus banyak mencontoh para tokoh besar bangsa ini bagaimana mereka berdakwah dengan ahlaq serta keteladanannya dan mereka membuktikan hal itu bukan sekedar kata-kata,’’  demikian ungkap Adian Husaini saat membedah metode dakwah di era revolusi industri 4.0. yang diselenggarakan Unissula, Sabtu (13/2/2021).

Menurutnya,  hebatnya pendiri bangsa ini, mereka dapat mendebat lawan maupun kawan secara tajam tanpa kehilangan esensi dan dapat mencapai tujuan dengan efektif. ‘’Itulah pentingnya bil hikmah yaitu bukan hanya dengan ilmu, tapi ilmunya terferifikasi, dengan kebijaksanaan, dapat membimbing kita ke arah yang benar dan efektif sekali”, ungkap nya.

Masih menurut Adian, banyak tokoh Indonesia yang luar biasa dalam berdakwah misalnya saja Natsir yang ketokohannya diakui dunia internasional.

“Mereka tidak hanya mewariskan aset harta untuk perjuangan lebih dari itu merka meninggalkan asset intelektual, bagaimana seorang pendakwah juga pemikiran, penulis ulama juga cendekiawan. Demikian juga mereka mewariskan aset keteladanan. Tokoh besar sekaliber Natsir sangat mengagumkan bahkan saat menerima telpon yang salah sambung. Itulah kwalitas pendakwah jaman dulu yang harus kita teladani”, pungkasnya. She

You Might Also Like

Angkat Potensi dan Lindungi Petani Durian Lokal, Inilah Langkah Wali Kota Semarang
Senator Abdul Kholik: Larangan Buka Puasa Kontraproduktif dengan Syiar Ramadan
Puisi dari Sabang sampai Merauke, Sahabat-AI Antar Indosat Pecahkan Rekor MURI
Pimpin Apel Akbar HUT ke-76 RSUD Sunan Kalijaga, Bupati Demak Dorong Semakin Unggul Berkelas
Warga Sayung Cor Jalan Rusak Secara Swadaya
TAGGED:Pendakwah Butuh Kearifan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?