By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Dari Diskusi FDU, Menteri PUPR Ingatkan Indonesia Rawan Bencana Alam
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Dari Diskusi FDU, Menteri PUPR Ingatkan Indonesia Rawan Bencana Alam

Last updated: 24 Maret 2021 16:57 16:57
Jatengdaily.com
Published: 24 Maret 2021 16:57
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Forum Doktor Unissula (FDU) mengadakan webinar solusi komprehensif atasi banjir dan rob di pantura Jateng dan Kota Semarang dengan menghadirkan keynote speaker Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Rabu  (24/3/2021) secara daring.

Menteri PUPR mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kerawanan yang tinggi tertimpa bencana alam.  Menurutnya selama tahun 2.020 telah terjadi lebih dari 2.900 bencana alam yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi.

Sedangkan sebanyak 1.065 bencana banjir mengakibatkan 370 orang meninggal dunia. Dengan menyebabkan kerugian materi antara lain lebih dari 40.000 rumah dan berbagai fasilitas umum lainnya rusak.

“Berdasarkan statistik selama Januari hingga Maret tahun 2.021 ini telah terjadi 367 bencana banjir dan 12 gelombang pasang atau abrasi. Tahun 2.020 terjadi 1.070 kejadian banjir dan 36 gelombang pasang atau abrasi. Sementara sepanjang 2.019 terjadi 757 bencana banjir dan 18 gelombang pasang atau abrasi. Jika kita lihat trennya cukup menghawatirkan oleh karenanya kita harus mengelola ini secara cermat”, ungkap peraih penghargaan the best minister 2020 tersebut.

Ia menambahkan secara teknikal konsep penanganan banjir bisa dilakukan dengan tiga hal. Pertama, menahan di hulu dengan program penghijauan, pengendalian sedimen, membangun bendungan.

Kedua, mengatur di tengah, dengan meningkatkan tampungan atau normalisasi sungaiatau  kolam retensi, penataan drainase, dan pengalihan aliran sungai. Ketiga, menahan dan mengatur di hilir dengan mencegah air laut masuk ke daratan dengan tanggul, pengendalian sedimen dengan pengerukan sungai, penataan drainase, membangun tampungan air berupa waduk retensi dan normalisasi sungai, sert sistem pompa atau polder dan pintu air.

“Tiga konsep tersebut merupakan sebuah pendekatan teknikal untuk mengatasi banjir namun kita butuh lebih dari itu semua karena sesuangguhnya penanganan banjir membutuhkan penanganan menyeluruh dan multisektoral bukan hanya satu sektor”, pungkas pria kelahiran Surakarta 5 November 1954 tersebut.

Keynote speaker lainnya yakni Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, adapun para narasumber antara lain Muhammad Adek Rizaldi ST MTech Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Prof Imam Wahyudi dari Fakultas Teknik Unissula, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. she

You Might Also Like

Satupena Kabupaten Semarang Gelar Ngobrol Asyik Bersama Pipiet Senja
Libur Tahun Baru Islam, KAI Daop 4 Semarang Catat Peningkatan hingga 109 Ribu Penumpang
Tangis Ganjar Pecah Saat Pamitan ke Warga; Kulo Tresno Panjenengan
Telkom dan Kemendag Berkolaborasi Persiapkan Startup Gim Lokal Raih Pasar Global
Key Trends Developing in Global Equity Markets
TAGGED:Forum Doktor UnissulaIndonesia rawan bencana alamMenteri PUPR
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?