By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Di Pengungsian, Warga Lereng Merapi Diuji Rapid Test
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Di Pengungsian, Warga Lereng Merapi Diuji Rapid Test

Last updated: 8 Januari 2021 05:44 05:44
Jatengdaily.com
Published: 8 Januari 2021 05:44
Share
Para pengungsi dari Dusun Babadan 2 Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, rapid test. Foto: Humasmagelang
SHARE

MAGELANG (Jatengdaily.com)- Para pengungsi dari Dusun Babadan 2 Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, langsung diuji rapid test begitu tiba di TEA Balai Desa Mertoyudan. Uji rapid test dilakukan secara bergantian agar tidak terjadi kerumunan.

“Para pengungsi langsung di rapid test setiba di TEA,” demikian disampaikan Gunawan, Kabid Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Magelang, di sela- sela pelaksanaan rapid test, Kamis (7/1/2021).

Dia mengatakan, ada lima petugas dari Puskesmas Mertoyudan yang melaksanakan rapid test. Mereka sudah siap sejak para warga belum tiba di tempat evakuasi akhir.

Gunawan menyampaikan, rapid test dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Sebab warga sudah sempat pulang ke rumahnya masing-masing.

Belum ada hasil dari rapid test, karena masih berlangsung. Jumlah warga yang diuji rapid mencapai 200 orang. 

Apabila diketahui ada yang reaktif dan memerlukan perawatan, maka akan dirujuk di RS Merah Putih. Sedangkan yang reaktif namun OTG disediakan ruang isolasi mandiri.

Sejauh ini, para pengungsi yang menghuni TEA Balai Desa Mertoyudan, tidak ada yang positif covid-19.

Sementara itu, di hari yang sama, rapid test juga dilaksanakan di TEA Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.

Koordinator TEA Desa Banyorojo, Agus Firmansah mengungkapkan, rapid test tersebut untuk meminimalisir penularan virus corona di tempat pengungsian.

Menurut Agus, rapid test ini merupakan permohonan pihaknya sejak kemarin. Namun karena perlengkapan untuk rapid test belum tersedia, saat para pengungsi datang ke TEA, sehingga baru bisa dilakukan pada hari ketiga di pengungsian.

Hari ini, sasaran rapid test untuk 100 jiwa dari 264 pengungsi yang ada. Sisanya akan dilakukan secara bertahap.

Agus memaparkan teknis pelaksanaan rapid test kali ini dilakukan sesuai nomor urut bilik. Awalnya akan dilakukan untuk yang rentan dahulu. Namun untuk memudahkan pendataan maka sesuaikan nomor urut bilik.

Dia pun menegaskan, semua pengungsi akan diuji rapid test termasuk anak-anak. Namun tetap sesuai dengan standar.

Agus juga menyampaikan, selama pengungsi datang pada Selasa (5/1/2021) lalu, belum ada laporan terkait warga yang terindikasi terpapar Covid-19 maupun warga yang bergejala. she

You Might Also Like

Berkomitmen Layani Pelanggan di Seluruh Pelosok Jawa Tengah, IOH Luncurkan Mini 3Store “3Kiosk”
Pasangan Gay Jual Konten Porno Rp 150 Ribu/Member, Ditangkap Tim Polres Banjarnegara
Isolasi Terbatas di Kota Tegal Sudah Berlangsung Menyusul Penutupan Akses Keluar Masuk
Buka Pekan Taaruf, Rektor Unissula Dorong Mahasiswa Baru Manfaatkan MBKM
Peringati Hari Rabies Sedunia, Disnakan Boyolali Beri Vaksin Hewan Gratis
TAGGED:gunung merapipengungsi merapiRapit test
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?