JAKARTA (Jatengdaily.com)- Tak produktif dan berkontribusi, sedikitnya tujuh BUMN akan dibubarkan oleh pemerintah. Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan pembubaran dilakukan tahun 2021 ini. Sedangkan tujuh BUMN itu ada di bawah pengelolaan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
Menurutnya, BUMN tersebut sejak tahun 2008 sudah tidak beroperasi. Untuk membubarkan tujuh BUMN itu, PPA terlebih dulu akan melakukan kajian atau assessment. Sebab, selain pembubaran, ada opsi lain yang bisa dilakukan yakni sinergi dengan BUMN lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Kementerian BUMN bersama dengan PPA akan melakukan penilaian berdasarkan aset, tenaga kerja dan operasional perusahaan, termasuk penyelesaian kewajiban.
Adapun BUMN yang dipertimbangkan akan dibubarkan tersebut adalah PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Gelas (Persero) atau Igla, PT Kertas Leces (Persero) dan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang masih menjadi pertimbangan karena masih memiliki aset berupa fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Surabaya. Juga sejumlah BUMN lainnya.
Namun, BUMN penerbangan itu juga ada kewajiban yang masih harus diselesaikan. Pembubaran tujuh BUMN tersebut selambat-lambatnya akan dilakukan pada semester kedua 2021. She


