Dompet Dhuafa dan Pemprov Jateng Gulirkan Ketahanan Pangan hingga Ratusan Tabung Oksigen

Dompet Dhuafa memberi bantuan ketahanan pangan masa pandemi COVID-19 di Jateng. Foto: ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Di tengah berbagai upaya pemerintah Jawa Tengah menanggulangi pandemi COVID-19, Kamis, (2/08/2021) kembali mendapatkan bantuan untuk penanganan pandemi. Bantuan datang salah satunya dari Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan 100 tabung oksigen, 50 ton beras, 20.000 kaleng daging kemasan, dan 150 paket nutrisi untuk nakes dan petugas pemakaman di Jateng.

Bantuan-bantuan itu diterima secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di lobi kantornya. Mewakili masyarakat Jawa Tengah, Ganjar menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu penanganan COVID-19 di Jateng. “Orang baik datang kembali. Hari ini ada yang nyumbang masker, ada yang membagi sembako, gas dan lainnya. Hari ini Dompet Dhuafa. Saya mengucapkan banyak terima kasih dan semoga bermanfaat”.

Lanjut Ganjar ,bantuan-bantuan itu, sangat penting untuk mengisi ruang kosong yang tidak terjamah oleh pemerintah pusat. Jika ada masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan, maka bantuan dari kelompok masyarakat dan perusahaan ini bisa diberikan.“Dan saya haqul yakin bahwa di Indonesia ini banyak orang baik. Maka di tengah situasi sulit ini, orang baik datang dan membantu. Ayo kita bersama-sama membantu saudara sebangsa”.

Tak hanya menerima bantuan, Ganjar mengatakan sudah bicara dengan Dompet Dhuafa untuk mengembangkan kerja sama lainnya. Di antaranya pengolahan sumber daya yang ada di masing-masing daerah.

“Umpama bantuan beras ini, ternyata ada 1.000 hektare lahan dari petani yang dibina. Maka berasnya dikelola sejak produksi sampai hasil akhir dibagikan. Ada juga pengalengan daging makanan, itu bagus sekali. Maka kita kerja sama untuk ke depan, potensi apa yang bisa dikembangkan. Nanti Baznas saya minta ikut terlibat,” pungkas Ganjar.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Nasyith Majidi mengatakan, bantuan yang diberikan itu bersumber dari donasi masyarakat. berharap bantuan ini bisa diterima dan dibagikan pada yang berhak.

“Kami turut ucapkan terima kasih untuk Audy, Kitabisa.com Matahari Departement Store hingga ILUNI UI serta donatur lainnya, media massa hingga stakeholder yang sudah mendukung program ini. Kami terus membuka bantuan dari berbagai donatur maupun stakeholder lainnya untuk sama-sama berupaya menanggulangi pandemi Covid-19 di Indonesia,” pungkas Nasyith Majidi.

Di sisi lain sejumlah produk dalam paket bantuan itu, Dompet Dhuafa optimalkan para pemberdayaan lokal untuk mengolah dan memproduksi produk tersebut. Sehingga kita bisa saling membantu menggerakan ekonomi pemberdayaan lokal yang terdampak pandemi COVID-19.

Selama pandemi sejumlah respon layanan hingga program telah bergulir di Jawa Tengah. Layanan respon COVID-19 seperti oksigen, swab test, APD, sembako, tunjangan belajar, wifi gratis di Kelurahan seperti di Solo, Wonogiri, Semarang, Pekalongan hingga Brebes, sterilisasi fasilitas umum, suplemen, paket gizi bagi tenaga kesehatan.

Selain itu Dompet Dhuafa gulirkan pemberdayaan sektor pertanian di Jawa Tengah, seperti di wilayah Klaten, Blora, Magelang, Wonogiri, Wonosobo, Kebumen, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Brebes serta Rumah Jamur di Batang. Sementara untuk sektor peternakan terdapat di wilayah Kendal, Boyolali dan Semarang.

Dompet Dhuafa juga membantu mengembangkan Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) seperti di wilayah Klaten dengan memproduksi kain lurik, sementara produksi payung lukis berada di Klaten, Solo, Semarang dan Pekalongan.

Di bidang kesehatan, Dompet Dhuafa telah gulirkan Klinik dan Homecare di Purwokerto dan TB Center di Magelang. Sementara di bidang pendidikan terdapat program beasiswa di Rembang dan rumah quran di Pati dan Semarang. yds