By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: 13 Kota/Kabupaten Masuk Zona Merah, Ganjar Perintahkan Bupati dan Wali Kota Tidak Ragu Terapkan Lockdown Mikro
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

13 Kota/Kabupaten Masuk Zona Merah, Ganjar Perintahkan Bupati dan Wali Kota Tidak Ragu Terapkan Lockdown Mikro

Last updated: 21 Juni 2021 17:48 17:48
Jatengdaily.com
Published: 21 Juni 2021 17:37
Share
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto: HumasProv
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Gubernur Jawa Tengah meminta bupati atau wali kota tak ragu menerapkan lockdown mikro. Hal ini menyusul peta berisiko tinggi penularan Covid-19 (zona merah) di Jateng bertambah menjadi 13 wilayah.

Disampaikan Ganjar, 13 zona merah tersebut berkembang dari delapan zona merah. Daerahnya, tidak hanya di pantai utara, bahkan hingga di pesisir selatan Jawa.

“Zona merah di Jateng bertambah jadi 13 tempat, meliputi Kudus, Demak, Grobogan, Pati, Jepara, Blora, Pekalongan, Semarang, Brebes, Tegal, Sragen, Wonogiri, dan Kota Semarang,” ujarnya, usai memimpin rapat penanggulangan Covid-19, di kantor gubernur, Senin (21/6/2021).

Oleh karenanya, ia meminta jajaran bupati dan wali kota agar standby melihat tren peningkatan kasus penularan Covid-19. Semua lini harus siaga dan melakukan langkah antisipatif untuk merawat masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan, dengan menambah tempat tidur isolasi dan ICU perawatan di rumah sakit. Dikatakan Ganjar, berdasarkan evaluasi, penambahan tempat tidur isolasi, Jateng mencatatkan angka sekitar 40 persen atau lebih dari 3.000 unit. Selain itu, mikrozonasi pun perlu diberi perhatian ketat.

“Pengetatan akan tetap dilakukan, tetapi kita jauh lebih teknis dan antisipatif. Dengan naiknya kurva, tempat tidur ditambah. Mikrozonasi kita pelototi, bahkan kita sudah sampai dengan lockdown mikro. Kita sampaikan kepada bupati dan wali kota tidak usah ragu. Begitu di situ menunjukan data epidemiologis tinggi, kunci,” urainya.

Ia pun memuji beberapa daerah yang telah menerapkan kebijakan di rumah saja. Menurutnya, hal itu menjadi tindakan agar masyarakat memahami dan ikut berperan serta.

Ganjar pun mengapresiasi langkah antisipatif Pemkab Banyumas, yang berencana mendirikan rumah sakit darurat. Dikatakannya, hal itu bisa menjadi penunjang bagi fasilitas-fasilitas kesehatan yang telah ada.

“Rumah sakit darurat saat ini ada di Solo. Terus ini usulan dari Banyumas. Baru dua itu. ini lagi saya minta untuk kalkulasi  termasuk menyiapkan sumber daya manusia dan sebagainya. Ini saya minta kabupaten kota untuk menyampaikan usulan kontijensinya,” imbuh Ganjar.

Ganjar pun menekankan pentingnya konsolidasi antardaerah dalam menerapkan kebijakan. Bila perlu, Ganjar pun akan melakukan komunikasi langsung dengan para bupati atau wali kota.

“Penting antardaerah dalam satu region, punya keputusan politik sama, konsensus yang sama. Kalau satu daerah bikin kerumunan, tolong satu area ditutup semua. Jangan satu bicara tutup, yang satu malah persilakan, nah seperti ini akan jadi persoalan. Kalau perlu saya yang sowan kepada para bupati wali kota agar bisa seragam pada soal itu,” pungkas Ganjar. she

You Might Also Like

Layanan Kesehatan Preventif dan Promotif Butuh Dukungan Semua Pihak
Menag Sebut Toleransi Jangan Terbatas pada Simbolik Perayaan
Dari Jelantah Menjadi Harapan: Pelajar Semarang Belajar Merawat Bumi dan Masa Depan
10 Sertifikat Wakaf Diserahkan, Nazhir Diminta Optimalkan Manfaat Tanah Wakaf
Demak Dorong Transformasi Administrasi Kependudukan Lewat Gerakan “Gadis Ideal”
TAGGED:Ganjar PranowoGubernur Jatengjateng Lockdown MikroLockdown Mikro
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?