Geliat Batik Pekalongan di Masa Pandemi

Pekalongan “World’s City of Batik”

Oleh: Azka Muthia
Statistisi BPS Kota Pekalongan
BATIK merupakan ikon yang tidak bisa dilepaskan dari Kota Pekalongan. Batik menjadi identitas yang dilambangkan dalam logo Kota Pekalongan. Melekatnya batik dengan Kota Pekalongan juga tidak terlepas dari mata pencaharian warga Kota Pekalongan yang kebanyakan menjadi pengrajin batik.

Hal ini menjadikan batik sebagai denyut nadi kehidupan dan penggerak perekonomian Kota Pekalongan. Batik Pekalongan sudah lama dikenal bahkan sejak lebih dari satu abad yang lalu. Pesona batik Kota Pekalongan yang memiliki warna-warna yang cerah dan tidak kuno dengan corak yang khas dan variatif menjadi ciri khas batik Kota Pekalongan.

Ciri khas ini karena berkembangnya batik Kota Pekalongan di daerah pesisir dan terpengaruh oleh para pendatang dari China dan Belanda. Selain sebagai identitas batik yang sudah mandarah daging dengan warga kota juga memiliki nilai budaya sebagai aset Kota Pekalongan. Kota Pekalongan dengan batiknya menjadi salah satu jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori crafts dan folk art dengan city branding World’s city of Batik.

Batik dan Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 2 tahun telah membuat ekonomi masyarakat suatu daerah terpuruk yang berimbas pula ke pendapatan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pelaku usaha harus kehilangan pendapatan, bahkan ada yang harus menutup usahanya karena sepinya transaksi ekonomi selama masa pandemi covid-19 dikarenakan daya beli masyarakat juga ikut turun.

Pengrajin batik di Kota Pekalongan tidak terlepas dari dampak yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Banyak pengrajin batik yang berkurang omsetnya, sehingga harus mengurangi jumlah pekerja bahkan harus sementara tidak berproduksi karena tingginya beban operasional yang harus ditanggung oleh pengrajin batik. Pelemahan yang terjadi pada pengrajin batik berpengaruh pada pelemahan perekonomian di Kota Pekalongan.

Hal ini dikarenakan batik merupakan salah satu lapangan usaha yang memiliki peranan penting dalam struktur perekonomian. Pada tahun 2020 peranan industri pengolahan di kota Pekalongan menyumbang sebesar 21,40 persen dan masih menjadi kontributor terbesar di Kota Pekalongan. Besarnya peranan industri pengolahan tidak terlepas dari peranan industri batik di Kota Pekalongan. Secara langsung maupun tidak langsung lesunya industri batik di Kota Pekalongan akan berdampak pada perekonomian kota Pekalongan dan memiliki multiplier effect ke Lapangan Usaha yang lain.

Menumbuhkan pengrajin batik di masa pandemi
Pada masa pandemi seperti sekarang pelaku usaha perlu memikirkan cara untuk membuat usahanya tetap berjalan ditengah-tengah perjuangan keluar dari krisis akibat pandemi covid-19. Hal ini perlu dilakukan demi menjaga keberlangsungan usaha untuk bertahan ditengah-tengah kondisi pandemi covid-19.

Pada tahun 2021 roda perekonomian mulai berjalan ke arah pertumbuhan kembali setelah sempat terpuruk pada tahun 2020, namun pelaku usaha tetap harus menjaga momentum untuk tetap menjaga berjalannya perekonomian. Kota Pekalongan sebagai Kota yang perekonomiannya ditopang oleh industri terutama industri batik perlu membuat strategi agar keberlangsungan industri batik tetap dapat bertumbuh ditengah sepinya minat beli masyarakat.

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pengrajin batik untuk terus menumbuhkan usahanya. Pengrajin batik bisa melakukan strategi melalui differinsiasi produk seperti membuat sarung bermotif batik dan kerudung bermotif batik atau bisa juga merambah ke sepatu yang bermotif batik. Selain itu, keeksisan pengrajin dapat pula dilakukan dengan cara mengupayakan suatu inovasi, kreativitas dan strategi pemasaran. Dengan canggihnya teknologi digital sekarang dan sudah merambahnya pasar ke digital harus dimanfaatkan juga oleh pengrajin batik terutama di masa seperti sekarang yang terbatas untuk berbelanja ke pasar ataupun ke mall.

Strategi bersaing harus diterapkan oleh pengrajin batik dengan marketing yang ciamik melalui Instagram, market place, whatsapp dan media lainnya. Apalagi dengan potensi yang dimiliki oleh batik Pekalongan yang memiliki desain batik yang berbeda dengan yang lain yang mengkombinasikan corak klasik dan modern. Selain itu juga batik pekalongan terkenal dengan warna-warna yang cerah dan desain yang trendi dan mengikuti fashion.

Keberlangsungan pengrajin batik juga tidak terlepas dari peran dan dukungan dari pemerintah serta pembinaan terutama dinas terkait untuk terus meningkatkan dan menumbuhkan pengrajin batik ditengah-tengah pandemi covid-19. Pada momentum hari batik dunia ini merupakan momentum untuk kebangkitan bersama pengrajin batik dan pemerintah Kota Pekalongan untuk terus menumbuhkan batik pekalongan di tengah-tengah tantangan covid-19 melalui differensiasi, inovasi, kreativitas dan startegi pemasaran yang lebih luas dan menggandeng berbagai pihak untuk terus meluaskan jaringan usaha.Jatengdaily.com-st