Loading ...

Grobogan ‘Satu Hari di Rumah Saja’, 4 Orang Reaktif saat Swab di Pos Penyekatan

0
14gbg

Tes swab di pos penyekatan Grobogan. Foto: dok polres grobogan

GROBOGAN (Jatengdaily.com) – Kabupaten Grobogan telah melakukan Gerakan Satu Hari di Rumah Saja, mulai Minggu pukul 05.00 WIB hingga Senin pukul 05.00 WIB (14/6/2021). Ini dilakukan untuk menekan penularan COVID-19 yang kian naik tajam di wilayah sekitar Grobogan.

Da;lam grakan tersebut, masyarakat diimbau membatasi mobilitas dan diam di rumah saja. Kendati demikian beberapa tempat usaha di Kota Purwodadi masih ada yang nekat buka, meski lebih banyak yang tutup. Di pasar agro, semua toko tampak tutup, dan nyaris tak ada kegiatan sama sekali. Sedangkan arus lalu lintas terpantau sepi dibanding akhir pekan biasanya.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni beserta Kapolres Grobogan, Dandim 0717/Purwodadi dan Kepala BPBD Grobogan melakukan pantauan ke beberapa titik penyekatan. Di antaranya di perbatasan dengan Kabupaten Demak, perbatasan dengan Kabupaten Kudus dan simpang lima Purwodadi.

“Dari tiga titik penyekatan, kita dapatkan 4 orang reaktif saat di swab antigen. Satu orang warga Demak di pos penyekatan perbatasan Demak, satu warga Pati di pos penyekatan perbatasan Kudus dan dua orang di simpang lima Purwodadi. Tadi ada satu rombongan kita suruh pulang, katanya mau piknik,” jelasnya.

Pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait dengan adanya warga yang reaktif usai dilakukan swab antigen.

“Untuk warga Pati, kita sudah koordinasi dengan BPBD Kabupaten Pati agar dilakukan isolasi,” ungkapnya.

Sri Sumarni mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Kabupaten Grobogan yang telah membantu mensukseskan program satu hari di rumah saja untuk menekan kasus COVID-19 di Kabupaten Grobogan. Menurutnya, untuk lebih meningkatkan keberhasilan program tersebut, perlu kerja sama dengan beberapa kabupaten tetangga.

“Saat ini penularan COVID-19 di Kabupaten Grobogan didominasi klaster keluarga.Seperti kasus di Wirosari, sebanyak 15 orang terpapar COVID-19 dari satu anggota keluarga yang bekerja di Kemudian disusul klaster mudik,” jelasnya. yds

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *