By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Gunung Merapi Erupsi, Diawali Rentetan Awan Panas 36 Kali
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Gunung Merapi Erupsi, Diawali Rentetan Awan Panas 36 Kali

Last updated: 27 Januari 2021 17:41 17:41
Jatengdaily.com
Published: 27 Januari 2021 17:41
Share
SHARE


YOGYAKARTA (Jatengdaily.com) – Gunung Merapi mengalami erupsi pada Rabu (27/1/2021) sekitar pukul 13.45 WIB. Kolom awan panas membubung tinggi, namun visual agak tertutup awan.

Erupsi tersebut diawal dengan rentetap luncuran awan panas sejak Rabu dinihari. Sejak pukul 00.00-14.00 WIB, Gunung Merapi telah meluncurkan 36 kali awan panas guguran dengan jarak luncur antara 500-3000 m ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong.

“Awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo antara 15-60 mm dan durasi 83-197 detik”, ungkap Kepala BPPTKG, Hanik Humaida Rabu (27/1/2021).

Akibat dari kejadian awan panas guguran tersebut, sejumlah lokasi melaporkan hujan abu dengan intensitas tipis hingga tebal, seperti di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali dan beberapa lokasi di Klaten.

“Hujan abu dapat terjadi sebagai akibat dari kejadian awan panas guguran. Untuk itu masyarakat diharapkan untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik seperti dengan menggunakan masker, kacamata, dan menutup sumber air”, ungkap Hanik terkait kejadian hujan abu yang terjadi.

Hanik menyatakan bahwa jarak luncur awan panas msh dalam radius bahaya yg direkomendasikan oleh BPPTKG–PVMBG-Badan Geologi, yaitu sejauh 5 km dari Puncak Merapi pada alur Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, & Putih.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di daerah yang direkomendasikan tersebut. Selain itu, terkait dengan masih musim penghujan, Hanik mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di puncak Gunung Merapi.

Terkait dengan potensi bahaya saat ini, Hanik menyatakan bahwa “Potensi bahaya erupsi Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, yaitu meliputi Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih dengan jarak maksimal 5 km dari puncak.

“Sedangkan erupsi eksplosif masih berpeluang terjadi dengan lontaran material vulkanik diperkirakan menjangkau radius 3 km dari puncak”.

Menurut dia, sejak tgl 4 Januari 2021, Merapi memasuki fase erupsi yang bersifat efusif yang dikenal juga sebagai tipe Merapi. Erupsi tipe Merapi adalah erupsi dengan aktivitas berupa pertumbuhan kubah lava, disertai guguran lava awan panas guguran. yds

You Might Also Like

Mahasiswa KKN USM Gelar Penghijauan di Kelurahan Trimulyo
Ribuan Penyair Puisikan Semarang
Presiden Sambut Hangat dan Gembira Kunjungan Paus Fransiskus
Sambut HUT ke-79 RI, KAI Daop 4 Bersama Dishub, TNI, Polri dan Komunitas Railfans Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Sukses Peringkat Tiga SEA Games 2023 Kamboja, Menpora Dito Ucapkan Terima Kasih
TAGGED:awan panasbpptkggunung merapigunung merapi meletusmerapi erupsi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?