By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Gunung Merapi Masih Bisa Erupsi Eksplosif dan Luncurkan Awan Panas
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Gunung Merapi Masih Bisa Erupsi Eksplosif dan Luncurkan Awan Panas

Last updated: 29 Januari 2021 16:37 16:37
Jatengdaily.com
Published: 29 Januari 2021 16:37
Share
Jalur awan panas Gunung Merapi. Foto: dok.bpptkg
SHARE

YOGYAKARTA (Jatengdaily.com) – Pihak BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) menyebutkan sejak memasuki masa erupsi efusif pada tanggal 4 Januari 2021 lalu, hingga saat ini aktivitas Gunung Merapi terhitung masih tinggi.

Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya awan panas guguran sejak tanggal 7 Januari 2021. Bahkan pada Rabu (27/1/2021) kejadian awan panas guguran mencapai 52 kali. Jarak luncur awan panas diperkirakan sejauh 3 km dari puncak Merapi ke arah hulu Kali Boyong dan Krasak

Untuk memastikan jarak luncur awan panas tersebut, BPPTKG menerbangkan drone untuk mengambil foto udara di alur Kali Boyong.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menyatakan hasil foto udara menunjukkan jarak luncur awan panas pada 27 Januari 2021 mencapai 3,5 km untuk jarak miring atau 3,2 km jika dihitung jarak horizontal.

“Jarak luncur awan panas guguran masih dalam rekomendasi jarak bahaya yang telah ditetapkan, yaitu pada jarak maksimum 5 km dari puncak Gunung Merapi”, tambahnya dalam keterangan tertulis Jumat (29/1/2021).

Hanik juga menyebut bahwa awan panas masih berpotensi terjadi di Gunung Merapi. Daerah yang berpotensi bahaya awan panas guguran dan guguran lava adalah alur Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Erupsi eksplosif juga masih mungkin terjadi di Gunung Merapi. Potensi bahaya erupsi eksplosif ini berupa lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak.

Hanik mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya tersebut mengingat awanpanas guguran dan lahar hujan dapat terjadi sewaktu-waktu.

“BPPTKG terus melakukan pemantauan aktivitas Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera kami tinjau kembali,” tutupnya. yds

You Might Also Like

Jalan Sehat Hari Jadi Kabupaten Demak ke-522 Diikuti 7.000 Peserta, Wujud Kebersamaan Membangun Daerah
Diluncurkan, PAUD Emas Jateng Wujudkan Akses Pendidikan Merata
TAILG Resmi Ramaikan Pasar Motor Listrik dan Buka Toko di Indonesia
Kemenkes Finalisasi Aturan PTM untuk Cegah Klaster Sekolah
Dihadiahi Beasiswa Bidikmisi Mahasiswa Unissula Ini Merasa Tertantang
TAGGED:awan panasbpptkgerupsi eksplosifgunung merapigunung merapi erupsi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?