SEMARANG (Jatengdaily.com)– Telah meninggal dunia guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Diponegopro (UNDIP) Semarang, Prof Dr Miyasto SU pada Rabu (24/3/2001), pukul 14.22 di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND).
Almarhum berpulang dalam usia 70 tahun. Almarhum yang kelahiran Salatiga, 25 Desember 1950 ini meninggal dalam status Covid-19 dan dimakamkan di Makam Keluarga Universitas Diponegoro, di Kompleks Kampus UNDIP Tembalang, Kota Semarang, Rabu (24/3/2001) malam.
Diiringi gerimis, jenazah tiba di pemakaman pukul 20.51 WIB dengan dibawa ambulance dengan petugas khusus berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap, yang mengantarkan jenazah ke pemakaman.
Turun dari ambulance, peti jenazah pukul 20.54 WIB dimasukkan ke dalam liang lahat diiringi doa dan adzan. Prosesi pemakaman berjalan lancar dan cepat dengan protokol kesehatan, tidak lebih dari 10 menit selesai dan dilanjutkan dengan doa. Proses penyalatan jenazah sendiri sudah dilakukan sore harinya.
Hadir dalam pemakaman adalah, Rektor UNDIP Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum, sejumlah kerabat dan civitas akademika UNDIP dan USM, dengan jumlah terbatas. Selama proses pemakaman para takziah menyaksikan dari pinggir (berjarak).
Prof Yos mengatakan, malam ini kita mengantarkan almarhum ke peristirahan terakhir. ‘’Sebagai rektor, saya turut bela sungkawa kepada keluarga. Tak terasa tiga minggu yang lalu beliau ketemu saya di ruang rektor, beliau pamit, saya kira pamit apa, mungkin itu sebagai isyarat beliau akan meningalkan kita semua,’’ jelasnya.
Prof Yos mengatakan, jika almarhum adalah pribadi yang baik, santun dalam berucap, pun santun dalam berperilaku, berkata dan berpikir.
‘’Dia juga imam masjid di lingkungan rumahnya, yang memimpin shalat di sana, Isnyaallah amalnya, dan ilmu yang diberikan akan mengatarkan beliau mendapatkan amal jariyah ke surga,’’ jelasnya.

Prof Yos mengatakan, dalam setiap kematian adalah nasehat bagi kita. ‘’Umur kita tak tahu. Almarhum adalah, contoh tauladan karena selalu berbuat yang terbaik dalam ibadah, baik itu ibadah sosial dan lainnya, beliau memberi contoh tauladan tanpa cacat dari awal jadi dosen dan membawa nama baik dan menjunjung UNDIP,’’ jelasnya.
Prof Yos juga mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan. ‘’Untuk keluarga saya minta maaf. Kepada semua pihak, RSND, direktur, perawat,dan manajeman yang telah merawat almarhum, kami berterimakasih. Menghadaplah, menghadaplah pada Allah SWT, jangan bimbang dan ragu, amalanmu akan menjadi hal yang memberi kasih sayang dari Allah dan diberi tempat yang baik dan dosanya diampuni,’’ kata Prof Yos kepada almarhum.
Bripka Aris Maulana SH, Satgas Covid-19 Kecamatan Tembalang, mengatakan, pemakaman dilaksanakan dengan standar protokol kesehatan. Sehingga pemakaman dilaksanakan oleh petugas pemakaman dan dari Rumah Sakit, tempat almarhum meninggal, yakni Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND).
Semasa hidup, almarhum pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi (FE) UNDIP Tahun 1993, Pembantu Rektor I UNDIP Tahun 1998, Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah Tahun 2000, Tenaga Ahli LEMHANAS RI Tahun 2008 dan juga terakhir, adalah sebagai Ketua Pembina Yayasan Alumni UNDIP di Universitas Semarang (USM).
Almarhum meninggalkan istri, Dra Endang Tri Widyarti MM dan dua orang anak, yakni Asti Karlina Dewi dan Adhi Widyakto. she


