Guru Harus Kuasai Teknologi Digital

Para peserta mengikusti Diklatsar di SMK Nusa Bhakti Semarang. Foto:ist
SEMARANG (Jatengdaily.com) – Untuk menghadapi tantangan persaingan global dan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, guru harus dibekali dengan keahlian dan keterampilan yang memadai. Hal ini karena berkembangnya paradigma baru dalam proses pembelajaran menuntut guru untuk memiliki keterampilan dan penguasaan teknologi digital. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang menarik, menyenangkan, efektif, dan
efisien.
Hal itu dikemukakan Kepala SMK Nusa Bhakti Semarang Mohammad Rosidi S.Pd M.Pd ketika membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar (In House Training) untuk Para Pendidik belum lama ini. Diklatsar berlangsung selama tiga hari dengan tema Pembuatan Media Pembelajaran yang Inovatif dan Kreatif.
Menurut Rosidi, para guru diharapkan dapat membekali peserta didiknya dengan berbagai keterampilan dan keahlian yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Termasuk bekal yang harus dimiliki oleh peserta didik bila mereka ingin membuka lapangan kerja sendiri. Dalam era digitalisasi seperti ini peserta didik harus mampu membuat konten-konten yang dapat diunggah ke media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan lain-lain, sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
Sedangkan Ketua Komite Sekolah SMK Nusa Bhakti Semarang Sarwito S.Pd M.Pd
menginformasikan tentang Program Sekolah Penggerak. Program Sekolah Penggerak yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi adalah upaya untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju, yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.
Profil Pelajar Pancasila
Sarwito menjelaskan, tujuan program Sekolah Penggerak antara lain meningkatkan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Selain itu, juga menjamin pemerataan kualitas pendidikan melalui program peningkatan kapasitas kepala sekolah yang mampu memimpin satuan pendidikan dalam mencapai pembelajaran yang berkualitas.
“Hal lain yang ingin dicapai adalah membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat yang berfokus pada peningkatan kualitas. Selain itu, juga menciptakan iklim yang kolaboratif bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan baik'pada lingkup sekolah, pemerintah daerah maupun pemerintah,” tandasnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, tambah Sarwito, pemerintah melakukan intervensi melalui pendampingan konsultatif dan asimetris. Melalui program kemitraan antara Kemendikbud dengan pemerintah daerah, Kemendikbud memberikan pendampingan implementasi sekolah penggerak. Di samping itu, dilakukan penguatan SDM sekolah melalui penguatan kepala sekolah.pengawas sekolah,penilik, dan guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemendikbud.
“Pembelajaran dengan paradigma baru dirancang berdasarkan prinsip pembelajaran yang teridentifikasi sehingga setiap siswa belajar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya. Termasuk juga perencanaan berbasis data melalui manajemen berbasis sekolah. Perencanaan berdasarkan refleksi diri sekolah,” ujarnya seraya menambahkan, digitalisasi sekolah melalui penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang costumized.st