Hasil Panen Cabai dan Tomat Selo Boyolali Berlimpah, Bisa Memasok ke Solo Raya

Petani di Selo Boyolali saat mulai menanam cabai dan tomat, dan kini sudah mulai masuk masa panen. Foto: yanuar

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Tak sia-sia para petani di lereng Gunung Merapi kawasan Selo Kabupaten Boyolali menanam cabai dan tomat beberapa waktu terakhir ini. Kini mereka menikmati hasil dengan panenan yang melimpah, di antaranya di Desa Tlogolele.

Para petani di Desa Tlogolel memanen tomat di lahan seluas 55 hektar. Setiap hektar terdapat 15.000 batang pohon tomat dan satu pohon mampu menghasilkan tiga hingga lima kilogram tomat.

“Jadi panennya bisa bertahap delapan hingga sepuluh kali, sekali panen 3,5 kuintal dan satu periode tanam tanam bisa menghasilkan 3,5 hingga empat ton,” ungkap Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto dilansir laman resmi pemkab boyolali.

Dijelaskan, harga tomat di pasaran kini dihargai Rp 2.000 dan mampu memenuhi kebutuhan tomat se-Soloraya. Di sisi lain, petani cabai rawit di wilayah yang sama juga pada masa panen saat ini. Tanaman cabai pada lahan seluas 42 hektar, para petani mampu memanen hingga lima kali dalam satu musim tanam.

“Ketersediaan cabai untuk Boyolali aman-aman saja dan bisa mensuplai Soloraya. Khususnya komoditi cabai Boyolali menjadi penopang kebutuhan cabai se-Soloraya,” imbuh Bambang.

Salah seorang petani cabai asal Desa Tlogolele, Nur Hidayah misalnya, dia mampu memanen 3.000 batang pohon cabai rawit dengan harga Rp 25.000 per kilogram.

“Panen tiap enam hari sudah bisa panen. Sudah diambil lima kali. Sudah dapat 45 kilogram, harganya Rp 25.000 [per kilogram],” ujarnya. yds