By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Hati-hati Virus Corona Varian Delta Tak Bergejala di Awal dan Bisa Menyebar ke Paru
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Hati-hati Virus Corona Varian Delta Tak Bergejala di Awal dan Bisa Menyebar ke Paru

Last updated: 19 Juni 2021 14:38 14:38
Jatengdaily.com
Published: 19 Juni 2021 08:33
Share
Ilustrasi pemakaman kasus Corona. Foto: JD/wing
SHARE

SOLO (Jatengdaily.com)- Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tonang Dwi Ardyanto, dr.,Sp.PK., Ph.D, mengingatkan masyarakat akan bahaya penyebaran virus corona SARS-CoV-2 asal India, yaitu varian baru B 16.17.2 jenis Delta, yang sudah menulari puluhan orang asal Kabupateten Kudus dan beberapa wilayah lainnya.

Ia menyebut varian Delta punya cara penularan antarmanusia yang sama dengan varian lainnya. Namun, yang harus diwaspadai adalah varian ini dapat mengelabui sistem imun tubuh manusia yang berbeda dengan varian-varian lainnya.

“Sampai saat ini cara penularan belum berubah, tetap lewat mata, mulut, dan hidung. Hanya bedanya mutasi ini bisa mengelabui sistem imun kita. Diam-diam menempel pada sel tubuh kita, maka tidak bergejala di awal kalau yang sebelumnya kan begitu nampak langsung bereaksi, tapi yang ini tidak,” ujar dr. Tonang, dilansir dari laman humas UNS.ac.id, Sabtu (19/6/2021).

Tonang menyampaikan pada kebanyakan kasus pasien yang terjangkit varian Delta, gejalanya baru diketahui saat virus sudah masuk ke paru-paru.

Hal ini ia sebut membuat kondisi pasien Covid-19 semakin cepat memburuk dan membuat tingkat keefektifan vaksin yang sudah diproduksi sebelum varian ini muncul menjadi berkurang.

“Nggak ketahuan dia (red: varian Delta) menyebar banyak sampai ke paru-paru. Baru di paru-paru menimbulkan gejala dan baru kerasa. Sehingga, orang mengatakan, ‘Kok sekarang cepat sekali memburuk ya?’ Ya, karena ketahuannya pas sudah masuk paru-paru,” terang dr. Tonang.

Tonang juga memberikan imbauan agar masyarakat Kota Surakarta tidak perlu cemas berlebihan terhadap masuknya varian Delta ke Indonesia. Hal ini ia ungkapkan sebagai bantahan atas pemberitaan dari beberapa media yang menyebut varian ini sudah masuk ke Kota Surakarta.

Padahal, fakta yang sebenarnya adalah varian Delta baru ditemukan pada pasien Covid-19 asal Kabupaten Kudus yang diisolasi di Asrama Haji, Donohudan. Dari hasil pemeriksaan terhadap 34 sampel whole genome sequencing (WGS), sudah dikonfirmasi jika 28 pasien Covid-19 asal Kabupaten Kudus terjangkit varian Delta.

“Delta memang belum dilaporkan ya (red: di Kota Surakarta). Kalau sempat ada kata-kata yang mengatakan bahwa sudah sampai Solo yang dimaksud adalah memang kita akan mendapat tempat untuk menjadi tempat penampungan bagi saudara kita dari Kudus,” tambahnya.

Tujuan Virus Bermutasi

Tonang mengatakan beragamnya varian SARS-CoV-2 yang muncul di sejumlah negara, seperti di Inggris dan Brasil, terjadi karena tujuan dari virus bermutasi adalah untuk mempertahankan hidupnya.

Dalam ilmu medis, virus dapat hidup dengan cara menempel pada sel inang. Apabila, virus masuk ke dalam tubuh manusia yang menjadi inangnya, virus akan terus berkembang biak dengan menyalurkan materi genetik, baik RNA maupun DNA, ke sel sehat dalam tubuh manusia.

Oleh karenanya, virus yang bertahan hidup dalam tubuh manusia, harus beradaptasi dengan selalu bermutasi untuk mengelabui sistem kekebalan tubuh inangnya. Setelah virus bermutasi, sistem kekebalan tubuh akan lebih sulit mengenali virus, sehingga virus dapat tetap bertahan dan menyerang sel inangnya.

Dengan adanya mutasi juga dapat membuat virus semakin kuat dan lebih mudah berkembang biak. Hal ini berpotensi menyebabkan munculnya varian SARS-CoV-2 yang baru, seperti varian Delta.

“Semakin ke sini maka berarti terjadi suatu varian yang semakin kompleks mutasinya. Tapi, ada sebagian mutasi yang tidak signifikan dalam arti tidak mengubah kemampuan tubuh kita untuk menghadang,” jelasnya. She

You Might Also Like

Prodi Keperawatan Unissula Raih Akreditasi Unggul
PSIS Kurang Setuju Subsidi Rp 800 Juta dari PT LIB
Satgas PASTI Blokir 1.001 Entitas Ilegal di Juni – Juli 2024
Jelang Kualifikasi Grup K Piala Asia U-23, Timnas Lakukan Latihan di Solo
Polisi Tangkap Penjual Kartu Perdana dengan Data NIK dan NKK Orang Lain Beromzet Belasan Juta
TAGGED:corona deltadelta tak bergejalaVarian Delta Tak Bergejala di Awal
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?