ITB Semarang menggelar Seminar Internasional, bertajuk Making Collaboration to Boost World Class University, Sabtu (24/7/2021), via daring. Foto: dok

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang menggelar Seminar Internasional, bertajuk Making Collaboration to Boost World Class University, Sabtu (24/7/2021), via daring.

Acara seminar internasional tersebut dibuka oleh Rektor ITB Semarang Prof Dr Y Sutomo MM. Dalam sambutannya,  Prof Y Sutomo mengatakan, seminar ini diharapkan bisa meningkatkan kolaborasi antar perguruan tinggi untuk menuju penguatan World Class University (berkelas dunia) Dimana setiap Perguruan Tinggi (PT) harus jeli menghadapi perubahan dengan loncatan teknologi.  Termasuk, bagaimana PT Swasta dituntut memaksimalkan kreativitas dan logikanya agar tetap eksis.

Hadir dalam kesempatan ini sejumlah nara sumber. Diantaranya, adalah Dosen dari Universiti Tun Hussein onn Malaysia (UTHM), Dr Jumintono Suwardi Joyo Sumarto, yang memaparkan, bagaimana PTS perlu tahu dan mengevaluasi peringkatnya. ‘’Peringkat memang bukan tujuan mengelola universitas, namun bisa menjadi cermin dalam perbaikan-perbaikan pengelolaannya,’’ jelasnya.

Untuk menjadi world class university ada sejumlah parameter, dimana yang paling tinggi adalah riset (60 persen). ‘’Jika risetnya yang dilakukan sedikit, maka PT tidak akan mencapai berkelas dunia. Termasuk para dosen, harus banyak menulis dan dikeluarkan di jurnal berstandar internasional,’’ jelasnya.

Untuk melakukan riset, menurutnya, bisa dilakukan antar dosen di sejumlah negara. Di satu sisi, riset yang dilakukan juga diharapkan merujuk pada referensi yang baik,  untuk  meningkatkan mutu riset itu sendiri.

Sementara itu, Dosen Unsoed Purwokerto Prof Dr Rifda Naufalin SP MSi  mengatakan, untuk mencapai perguruan tinggi berkelas dunia, maka dapat dilakukan dengan cara kolaborasi penelitian antar dosen baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri.

Sedangkan kolaborasi perguruan tinggi bisa dilakuakn dengan sejumlah langkah, yakni menyertakan dosen dan praktisi mengajar di luar kampus, mahasiswa belajar di tengah masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat.  Untuk internaisonal kolaborasi dilakukan bekerjasama dalam bidang riset, konfrensi, webinar, pertukaran mahasiswa dan staf yang dikirim ke luar negeri.

Sementara itu, Ts Dr Alias Bin Masek, dari The Faculty of Technical and Vocational Education (FPTV) of Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) memaparkan, kolaborasi memang menjadi pilihan yang tepat untuk mewujudkan world class university. Kolaborasi bisa dilakukan dengan pertukaran dosen, professor dosen tamu, pertukaran mahasiswa, seminar, talk show dan workshop.  Acara tersebut dimoderatori oleh Dosen ITB Semarang Dr Amin Kuncoro SE MM.

Acara ini diikuti oleh para dosen dari sejumlah kota di Indonesia. Juga dihadiri rektor dari Universitas Boyolali, STIE Assoleh Pemalang, STIE Surakarta, STT Wiworotomo Purwokerto san STIMIK Bina Patria Magelang. She

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here