Jalankan Program Jogo Santri, Lima Pesantren Terima Bantuan

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) didampingi Ketua Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi menyerahkan Bantuan Tahap 1 Pesantren Duta ‘’Jogo Santri” Penanganan Covid-19 Tahun 2020 di kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, kemarin.Foto:dok/humas

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) didampingi Ketua Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi menyerahkan Bantuan Tahap 1 Pesantren Duta ‘’Jogo Santri” Penanganan Covid-19 Tahun 2020, Jumat (29/01/2021).

Lima pondok pesantren (ponpes) di Jateng mendapat bantuan dari pemerintah provinsi, karena dinilai berhasil menjalankan program Jogo Santri, sebagai langkah mengurangi penyebaran Covid-19 di area belajar.

Ketua Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi menjelaskan, Program Jogo Santri adalah salah satu langkah Pemprov Jateng mendorong program pendisiplinan protokol kesehatan di dalam lingkungan ponpes. Adapun total besaran bantuan yang diberikan kepada lima ponpes itu masing-masing sebanyak Rp 125 juta.

Kelima Pondok Pesantren itu yaitu Ponpes Raudhotul Mubtadiin Balekambang Jepara, Ponpes Khozinatul Ulum I Blora, Ponpes Walindo Manba’ul Falah Pekalongan, Ponpes Al Uswah Semarang serta Ponpes Life Skill Darun Najah Kota Semarang.

“Ini kita realisasikan (program Jogo Tonggo). Pada tahap pertama ada lima ponpes,” kata WagusTaj Yasin Maimoen usai penyerahan bantuan di kompleks kantor Gubernur Jalan Pahlawan Semarang.

Gus Yasin mengharapkan, dengan bantuan yang diterima, setiap ponpes bisa mendirikan pos untuk pelayanan kesehatan penanggulangan Covid-19. Termasuk juga membuat ruang isolasi, jamban ramah lingkungan, ruang pertemuan santri dengan orang tua, dan lainnya.

“Contoh seperti ini, konkret ini mari kita kembangkan bersama di pondok pesantren yang ada di Jawa Tengah maupun yang ada di Indonesia ini,” katanya.

Gus Yasin juga menuturkan, tidak hanya ponpes yang harapannya bisa membangun tempat penangulangan Covid-19 di lingkungannya, tetapi juga lembaga lain agar menerapkam protokol kesehatan. “Karena sampai saat ini Covid belum selesai. Walaupun vaksin sudah mulai dilaksanakan,” jelasnya.

Terus Berjuang

Wagub mengimbau kepada masyarakat agar tidak menganggap Covid-19 sudah selesai. Sebab, saat ini negara masih terus berjuang menghadapi virus Corona. Bahkan jumlah kasus masih tinggi. Maka ikhtiar sabar dan menaati protokol kesehatan merupakan hal penting.

“Ini bentuk untuk mewujudkan Indonesia kita, Jawa Tengah kita, dunia kita, ini aman lagi dari Covid-19,” kata Gus Yasin.

Ketua Baznas Jateng Dr. KH. Ahmad Darodji, MSi mengingatkan pentingnya zakat dalam kehidupan. “Zakat memiliki andil yang besar bagi kesejahteraan masyarakat. Hasil zakat yang dikelola dapat diaplikasikan untuk bantuan pembangunan pondok pesantren, madrasah, TPQ maupun fasilitas lainnya,’’ kata Kiai Darodji yang juga Ketua Umum MUI Jateng itu.

Salah satu penerima bantuan Duta Jogo Santri, Dr KH Ahmad Izzuddin mengatakan, nantinya, dana bantuan hasil seleksi Duta Pesantren Jogo Santri tersebut akan digunakan untuk pembangunan pondok, ruang isolasi santri dan toilet sehat serta melengkapi fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya sebagai bentuk kewaspadaan bagi santri selama pandemi Covid-19.

‘’Mari kita terus berdoa dan mohon pertolongan Allah swt agar pandemic Covid ini segera berlalu dan kita menjalani kehidupan normal kembali,’’ tegas ”, pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Semarang sekaligus Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia itu. st