Jusuf Kalla Semangati Tim Penanaman Pohon Kurma MAJT

Dr H Jusuf Kalla menanam pohon Kurma ke-150 di halaman MAJT. Program kurmanisasi di MAJT, selain untuk penghijauan juga untuk edukasi dan menunjang destinasi wisata religi di MAJT. Foto Ist

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Dr H Muhammad Jusuf Kalla menyambut baik inisiasi tim penanaman pohon kurma di MAJT. Bahkan Ketua Dewan Masjid Indonesia ini mendorong penuh agar pengelolaan tanaman kurma lebih diperhatikan, mengingat pohon kurma umumnya hidup di daerah panas di Timur Tengah.

”Pada umumnya pohon kurma ditanam di daerah yang cuacanya panas, di Timur Tengah Arab Saudi. Namun dengan berbagai cara pengelolaan dengan menggunakan teknologi, pohon kurma juga bisa ditanam di daerah yang tropis. Oleh karena itu perlu perhatian khusus, agar pohon kurma hidup dan berbuah di daerah tropis,” kata H Jusuf Kalla saat menanam pohon kurma ke-150 di halaman MAJT, Jumat (10/10/2021).

Sekretaris Tim Penanaman Pohon Kurma MAJT, H Isdiyanto berbincang dengan H Jusuf Kalla di sela-sela menanam pohon kurma di MAJT, Jumat (09/10/2021). Foto:ist

Sebelum menanam pohon kurma ke-150, JK sapaan akrab H Muhammad Jusuf Kalla memberikan pengarahan kepada pengurus cabang DMI se-Jateng di MAJT, dilanjutkan shalat Jumat bersama jamaah. Hadir pada acara tersebut, Ketua MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji, Ketua DMI Jateng KH Ahmad, dan sesepuh MAJT, KH Ali Mufiz.

Agar hidup dan bisa berbuah, lanjut JK, maka perlu dilakukan pengelolaan khusus. Mudah-mudahan pohon kurma yang ditanam di area Masjid Agung Jawa Tengah ini bisa hidup dan berbuah layaknya kurma yang ditanam di Timur Tengah.

Jusuf Kalla menambahkan, buah kurma dulu dikenal buah musiman ‘sebulan’ yang biasa dinikmati hanya pada bulan Ramadan. Namun seiring perkembangan teknologi, buah kurma bisa dijadikan minuman sari kurma dan susu kurma. Maka dengan budi daya tanaman Kurma di MAJT ini diharapkan bisa menghasilkan sentra kurma.

”Semoga budi daya tanaman kurma di MAJT berhasil dengan baik, karena kurma sekarang ini bukan lagi buah ‘sebulan’ tetapi bisa diolah dengan aneka makanan dan minuman yang bergizi tinggi,” ujar KH Jusuf Kalla.

Ketua Tim Penanaman Kurma, Drs H Istajib AS menambahkan, penanaman bibit pohon kurma ke-150 di kawasan MAJT oleh Dr H Muhammad Jusuf Kalla merupakan penanaman yang terakhir gelombang pertama.

”Kehadiran Bapak H Muhammad Jusuf Kalla menanam bibit kurma di MAJT pada Jumat 8 Oktober ini, kami catat sebagai momentum bersejarah dalam proses penanaman bibit kurma di MAJT. Pesan-pesan beliau kami perhatikan sebagai nasihat tim, khususnya berkaitan tentang perawatan pohon kurma,” ujar Istajib.

Mantan Anggota DPRD Jateng ini menambahkan, MAJT menanam pohon kurma tujuannya untuk penghijauan kawasan MAJT yang sebelumnya juga sudah ada tanaman Mangga, Trembesi , Palem dan tanaman peneduh lainnya. Di sisi lain, lanjut dia, tanaman pohon kurma ini diharapkan bisa menjadi daya tarik sebagai destinasi wisata kawasan MAJT dan bisa mengedukasi masyarakat yang barangkali belum mengetahui pohon kurma yang sebenarnya.

”Ke depan kalau pohon Kurma di MAJT ini sudah berbuah, diharapkan bisa menjadi edukasi bagi anak-anak. Mereka tidak hanya tahu buahnya, tetapi bisa melihat pohon-pohonnya secara langsung, tidak perlu datang ke Timur Tengah, tetapi cukup datang saja ke MAJT,” ujarnya.

Menurut Istajib, pada tahap selanjutnya, Tim akan menanam kurma sebanyak 450 pohon di area luar MAJT. Melalui program kurmanisasi di MAJT, diharapkan lima tahun ke depan lingkungan sekitar MAJT menjadi ijo royo-royo, dipenuhi pohon kurma dan Insya Allah buahnya akan bisa dinikmati untuk menyejahterakan masjid.

Sebelumnya pada tahap pertama, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menanam 145 bibit pohon kurma di kompleks MAJT. Penanaman perdana bibit kurma dilakukan didepan masjid utama MAJT, Jumat (10/09/2021) lalu. st