Kasus COVID-19 Jateng Naik, Tapi Angka Kesembuhan Membaik

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. Foto: dok.bnpb

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia minggu ini per 13 Juni 2021, menunjukkan angka kenaikan kasus nasional meningkat sebesar 38,3% dibandingkan minggu sebelumnya. Kenaikan minggu ini masih bersumber dari kegiatan-kegiatan periode libur Idul Fitri lalu, seperti silaturahmi hingga arus mudik dan balik lebaran.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memaparkan, kenaikan minggu ini signifikan dibandingkan minggu sebelumnya. Dengan kenaikan tertinggi berada di DKI Jakarta mencapai 7.132 (5.804 vs 12.936), diikuti Jawa Tengah naik 4.426 (6.026 vs 10.452), Jawa Barat naik 2.050 (7.129 vs 9.179), DI Yogyakarta naik 973 (1.595 vs 2.568) dan Jawa Timur naik 939 (1.794 vs 2.733).

Di samping angka kasus, kenaikan juga terjadi pada angka kematian minggu ini. Kenaikannya mencapai 4,9%. Jawa Timur tertinggi naik 43 (175 vs 218), Sumatera Utara naik 25 (33 vs 57), Aceh naik 24 (39 vs 63), DI Yogyakarta 13 (43 vs 56) dan Sumatera Utara naik 13 (22 vs 34).

“Kenaikan angka kematian nasional tidak dapat ditolerir. Angka ini meskipun kecil, namun tidak dapat ditolerir. Karena seharusnya angka kematian dapat terus ditekan setiap minggunya,” tegasnya dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Kamis (17/6/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Di samping itu, yang cukup tidak diharapkan lagi ialah menurunnya angka kesembuhan minggu ini. Penurunannya sebesar 6,9% yang mana seharusnya ketika angka kasus meningkat, angka kesembuhan harus terus naik.

Meski demikian, Satgas mengapresiasi pada 5 provinsi yang tetap berupaya meningkatkan angka kesembuhannya. Kelimanya ialah Jawa Tengah naik 2.029 (2.937 vs 4.606), DKI Jakarta naik 2.200 (4.705 vs 6.905), Kepulauan Riau naik 1.956 (834 vs 2.790), Jambi naik 489 (333 vs 822) dan DI Yogyakarta naik 429 (1.073 vs 1.502).

Perkembangan minggu ini patut diwaspadai dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Masyarakat diminta jangan lengah meskipun terjadinya penurunan kasus seperti yang terjadi pada Februari 2021. Protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan harus terus diterapkan dalam keseharian. Karena masyarakat tidak akan pernah tahu kapan akan tertular selama pandemi masih ada.

“Kenaikan minggu ini menunjukkan bahwa COVID-19 masih ada. Dan pandemi masih nyata dihadapan kita. Keadaan ini menjadi pengingat untuk meningkatkan semangat dalam disiplin protokol kesehatan dimanapun berada. Untuk itu, waspada menjadi kunci penting mencegah,” pungkas Wiku. yds