By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Kekerasan Seksual Memprihatinkan, Kampus Perlu Kebijakan Ramah Perempuan
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kekerasan Seksual Memprihatinkan, Kampus Perlu Kebijakan Ramah Perempuan

Last updated: 18 Desember 2021 06:36 06:36
Jatengdaily.com
Published: 18 Desember 2021 06:36
Share
Tsaniatus Salihah,SE menyampaikan materi pada webinar Pertisipasi Laki-laki dalam Kesetaraan Gender dan Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan di Lingkungan Kampus.Foto:ist
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Suasana di kampus perlu dibuat nyaman dan aman. Untuk itu perlu dibentuk Satgas sebagai upaya preventif dan kuratif dalam menangani kekerasan seks pada perempuan.

“Kondisi sekarang sangat berbeda dengan tahun 90-an awal pendirian kampus. Waktu itu mahasiswa laki-laki sangat banyak, sekarang sebaliknya mahasiswa putri lebih banyak,” Begitu dikatakan Ir Suwarno Widodo, wakil rektor UPGRIS Jumat siang (17/12) dalam Webinar Pertisipasi Laki-laki dalam Kesetaraan Gender dan Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan di Lingkungan Kampus.

Ditambahkan, penghapusan kekerasan pada perempuan di kampus bisa ditanggulangi melalui penciptaan suasana yang egaliter dengan kebijakan yang ramah perempuan. Hakikatnya perempuan setara dengan laki-laki, perlu adanya perubahan sikap, pandangan dan mental laki-laki terhadap perempuan melalui pendidikan.

Menurut Suwarno, kesenjangan relasi laki-laki dan perempuan menimbulkan berbagai masalah, diskriminasi, berbagai kekerasan termasuk kekerasan seksual. Yang dimaksud kekerasan seksual menurut Permen No 30 – 21 adalah perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan dan/ atau menyerang tubuh, dan/ atau fungsi reproduksi seseorang karena ketimpangan relasi kuasa dan /atau gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik termasuk mengganggu reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidian tinggi dengan aman dan optimal.

Mau Diajak
Narasumber Nur Hasyim, Co-Founder Aliansi Laki-laki Baru menandaskan, laki-laki menjadi pelaku kekerasan karena antara lain perempuan mau diajak nonton, ditraktir hanya berdua saja, di luar jam pelajaran, kemudian main ke rumah kos dan seterusnya.

Dosen FISIP UIN Walisongo yang Dewan Pengawas Rifka Annisa Yogyakarta itu menambahkan, adanya pemaknaan cinta sebagai penguasaan, juga standar ganda tentang kesetiaan yang menuntut pasangan setia tapi mentoleransi ketidaksetiaan diri sendiri, di samping minimnya pengetahuan tentang Hak dan Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR).

Nara sumber Tsaniatus Salihah SE, ketua Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) Jateng menjelaskan yang dimaksud kekerasan di kampus selain pada satuan pendidikan adalah kekerasan yang dilakukan oleh senior ke yunior. “ Kegiatan menantang diberikan ke mahasiswa juga bentuk kekerasan,” Kekerasan itu berdampak terjadinya trauma fisik berulang, kecacatan, kematian, stres pasca trauma, depresi, kecemasan, rendah diri, gangguan pola makan, disfungsi seksual dan insomnia.Penulis Humaini-st

You Might Also Like

Bendung Gerak, Pengendali Banjir Semarang dan Objek Wisata Baru
Tangkap Delapan Debt Collector, Polda Jateng Banjir Karangan Bunga
Banyak Bencana Alam, Dewan Minta Pemda Perkuat Logistik dan Mitigasi
Tarif Dua Ruas Jalan Tol Trans Sumatra Diskon 20 Persen selama Mudik Lebaran 2023
KAI Berikan Potongan 20 Persen bagi Lansia
TAGGED:Kampus Perlu Kebijakan Ramah PerempuanKekerasan Seksual Memprihatinkankesetaraan genderupgrisWebinar Pertisipasi Laki-laki
Share This Article
Facebook Email Print
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?