Khataman Posonan, Life Skill Hadirkan Guru Besar

Para santri dan pengasuh Life Skill Daarun Najaah berfoto bersama dengan para pengajar dan Guru Besar UIN Walisongo bidang Filsafat Islam, Prof. Dr. KH. Abdul Djamil, MA dalam Khataman Posonan di Mushollatorium Attaqy Life Skill Daarun Najaah, Selasa (27/04/2021). Foto: Dok Life Skill

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Pesantren Life Skill Daarun Najaah menghadirkan Guru Besar UIN Walisongo bidang Filsafat Islam, Prof Dr KH Abdul Djamil MA pada Khataman Posonan sekaligus puncak acara Haul dan Haflah ke-9, Selasa (27/04/2021) di Mushollatorium Attaqy Life Skill Daarun Najaah dengan tetap mematuhi prokotol kesehatan.

Acara tersebut dihadiri oleh KH Ahmad Fauzin SAg MM, Ust Muawwir SHI, dan Ust Ali Azhar SHI yang juga digelar secara virtual melalui aplikasi konferensi Zoom Meeting dan Youtube Life Skill Daarun Najaah untuk memfasilitasi para alumni, santri yang di rumah, dan khalayak umum untuk mengikuti acara tersebut.

Dalam sambutannya, Dr KH Ahmad Izzuddin MAg selaku pimpinan Pesantren Life Skill Daarun Najaah menyampaikan bahwa acara ini merupakan penutupan agenda pengajian Ramadan yang dilaksanakan dan berharap acara ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan.

“Saya yakin kehadiran Prof Dr. KH. Abdul Djamil MA di sini, langkah demi langkah akan menjadi berkah bagi Life Skill Daarun Najaah. Para santri juga berkah dan bermanfaat untuk agama, dunia, dan akhirat. Semoga ke depan akan lebih baik lagi,” ungkap ketua Asosiasi Dosen Falak (ADFI) tersebut.


Prof Dr KH Abdul Djamil MA sekaligus memberikan apresiasi dengan doa restu kepada Pesantren Life Skill Daarun Najaah. Foto: Dok Life Skill

Dalam acara khataman tersebut, Prof Dr KH Abdul Djamil MA. memberikan motivasi kepada para santri untuk selalu memiliki cita-cita yang tinggi. “Kalau punya cita-cita, harus digantung setinggi bintang Surayya. Artinya cita-cita itu harus dimiliki santri sekalian yang tinggi,” terang dia.

Selain itu dengan mengutip ayat 122 dalam Alquran Surah At-Taubah, Prof Djamil mengungkapkan akan pentingnya division of labor (pembagian tugas) bagi para santri agar santri dapat fokus pada fungsi-fungsi tertentu untuk meningkatkan efisiensi dan kreatifitas secara menyeluruh. “Para santri harus ada pembagian kerja, karena pondok yang luar biasa seperti ini tentunya diproses dengan kekuatan dan ghiroh yang luar biasa,” tutur beliau kepada para santri.

Shofi Azzahra, selaku santriwati Life Skill Daarun Najaah menungkapkan kesan istimewa pada acara khataman ini. “Acara ini bagi saya sangat istimewa karena dihadiri oleh Guru Besar UIN Walisongo dan para ustadz yang mengajar kami selama bulan Ramadan. Banyak sekali ilmu dan pengalaman-pengalaman yang disampaikan sehingga saya menjadi lebih yakin dengan suatu ilmu,” ungkap santriwati asal Demak tersebut.

Selain Shofi, bagi Mu’amar Khamdani acara ini memberinya insiprasi untuk refleksi akan niat dan tujuan menuntut ilmu. “Kalau bagi saya acaranya sangat keren, selain mengingatkan nostalgia tentang kegiatan haflah yang diputar lewat video dokumenter, mauidhoh hasanah yang disampaikan sangat menginspirasi karena mengingatkan kami para santri tentang niat dan tujuan selama menuntut ilmu,” ujar santriwan asal Blitar tersebut. Penulis Harlianor, Santri Life Skill Daarun Najaah–st

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here