By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Konjen RI Jeddah: Peran Medsos Besar untuk Pengaruhi Opini Publik
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Konjen RI Jeddah: Peran Medsos Besar untuk Pengaruhi Opini Publik

Last updated: 29 Juni 2021 16:29 16:29
Jatengdaily.com
Published: 29 Juni 2021 16:29
Share
Sharing Session sekaligus silaturrahmi dengan 12 peserta pembuat konten (content creator) yang berlangsung Minggu, 27 Juni 2021 di Kota Madinah. Foto: dok.KJRI Jeddah
SHARE

MADINAH (Jatengdaily.com) – Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Eko Hartono mengatakan peran media sosial cukup besar untuk mempengaruhi opini publik. Hal itu disampaikan Konjen dalam sebuah pertemuan Sharing Session sekaligus silaturrahmi dengan 12 peserta pembuat konten (content creator) yang berlangsung Minggu, 27 Juni 2021 di Kota Madinah.
.
Dewasa ini, kata Konjen, pemimpin di berbagai negara dan tokoh masyarakat, bahkan tokoh dunia menjadikan media sosial sebagai sarana untuk mengungkapkan pendapatnya.
.
“Sekarang, Anda sebagai seorang pribadi atau seorang tokoh, waktu menyampaikan pendapat melalui Twitter, melalui Instagram atau Facebook, itu bisa mempengaruhi pendapat orang,” ucap Konjen melalui siaran pers yang diterima Jatengdaily.com Selasa (29/6/2021).
.
Para ahli hubungan internasional, jelas Konjen, telah meramalkan bahwa sejak globalisasi bergulir yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, peran warga dunia maya yang dikenal dengan sebutan netizen terhadap dalam hubungan internasional cukup dahsyat.
.
“Kalau selama ini hubungan internasional dalam konteks konvensional lebih banyak dimainkan oleh negara (state) sebagai pelaku hubungan internasional, pada tahun 70-an sampai 90-an muncul LSM atu NGO, muncul perusahaan-perusahaan internasional (MNCs). Kalau di sini ada Aramco. Peran mereka luar biasa dalam mempengaruhi hubungan internasional,” terang Konjen Eko Hartono.
.
Dalam beberapa catatan sejarah hubungan international, kepentingan bisnis perusahaan-perusahaan besar ini dapat menggeser seorang pemimpin, atau menekan calon pemimpin baru dianggap berpotensi menghalangi kepentingan bisnis mereka.
.
Di era tahun 2000, lanjut Konjen, muncul media sosial berbasis internet yang mengubah secara dramatis hubungan internasional. Para pemimpin di berbagai negara menggunakan media sosial untuk mengampanyekan pendapat atau pandangan mereka terhadap isu tertentu, menyampaikan sikap politik, kritik, atau bahkan dukungan.
.
Hal serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk mempengaruhi warganya dan menyampaikan semua kebijakannya.
.
Mengingat begitu besar dampak media sosial ini, Pemerintah Arab Saudi memagari kuat penggunaan media sosial dengan seperangkat aturan yang sangat tegas, agar tidak disalahgunakan.
.
“Sudah terbukti saat pemberlakuan jam malam (curfew) beberapa waktu lalu. Pemerintah Arab Saudi mengejar siapa saja yang mengunggah konten yang terkesan menentang kebijakannya, atau meng-upload pelanggaran curfew (jam malam),” ujar Konjen Eko Hartono.
.
Contoh lainnya, seperti kasus yang menimpa salah seorang WNI pegiat media sosial yang saat ini ditahan atas tuduhan eksploitasi anak untuk mencari keuntungan pribadi.
.
“Kita di sini tamu. Pahami etika bermedia sosial agar tidak berurusan dengan hukum,” tegas Konjen mengingatkan.
.
Hadir pula dalam pertemuan tersebut Pelaksana Fungsi (PF) Pensosbud-1 merangkap Kepala Kanselerai KJRI Jeddah Siti Nizamiyah, PF Pensosbud 2 dan 3, Akhmad Baihaqie dan Tubagus Muhammad Nafia. yds

You Might Also Like

Teliti Regulasi Kewenangan Bhabinkamtibmas, Kombes Pol Deni Setyo Raih Doktor dari PDIH Unissula
Pasien Positif COVID-19 Tanpa Gejala Cukup Lakukan Isoman di Rumah
Polri Kerahkan 2.627 Personel Amankan KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo
Pengamanan Ibadah Jelang Paskah di Kota Salatiga Ditingkatkan
Fakultas Ekonomi USM dan Kadin Kota Semarang Tandatangani Kerja Sama
TAGGED:Eko HartonoKjri JeddahKonjen RI Jeddahpegiat media sosialpekerja migran Indonesiaperan media sosial
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?