By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kota Semarang Jadi Nominasi Pilot Project Zero Stunting
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kota Semarang Jadi Nominasi Pilot Project Zero Stunting

Last updated: 18 Maret 2021 17:50 17:50
Jatengdaily.com
Published: 18 Maret 2021 17:50
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan menjadikan Kota Semarang sebagai pilot project pendataan keluarga, sebagai basis data agar tercipta zero stunting. Hal itu mengingat penanganan ibu hamil dan stunting di kota tersebut dinilai sangat baik.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku senang, upayanya dalam menjadikan masyarakat lebih sehat dan bergizi didukung oleh berbagai pihak. Salah satunya BKKBN, yang akan menurunkan program dan anggarannya guna memerangi persoalan stunting.

Disampaikan, pihaknya menetapkan persoalan stunting dan penurunan angka kematian ibu hamil dan bayi sebagai fokus program jangka pendek pada periode kedua kepemimpinannya.

“Dari 1,7 juta jiwa, masih ada sekitar tiga ribuan (orang) anak yang masih stunting. Artinya PR masih belum selesai, kita harus bekerja keras untuk mengentaskannya,” tuturnya Hendi, sapaan akrabnya usai memberikan pengarahan pada kegiatan quality assurance/asistensi di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Rabu (17/3/2021).

Ditambahkan, selama ini pihaknya telah melakukan program penanganan berupa pemberian makanan tambahan, penempatan petugas surveilans kesehatan (Gasurkes) di setiap kelurahan, dan pemantauan ibu hamil.

“Stunting ini ditentukan saat proses kehamilan. Maka itu, pemantauan ibu hamil, seperti pengecekan gizi saat kehamilan, kontrol dokter, dan suplai makanan tambahan menjadi sebuah cara untuk minimalkan potensi stunting,” tambah Hendi.

Dijelaskan, dirinya juga meningkatkan anggaran pemberian makanan tambahan (PMT) yang semula Rp250 ribu meningkat menjadi Rp500 ribu. Harapannya, melalui PMT yang cukup dapat meningkatkan gizi ibu dan bayi. Tak hanya itu, Hendi pun juga memperhatikan kondisi bayi usai kelahiran.

“Ada usia emas anak yang harus kita perhatikan supaya anak bertumbuh dan berkembang denga baik. Hal itu mencakup penimbangan secara rutin melalui posyandu, pemberian makanan tambahan, dan melibatkan dokter puskesmas guna menangani anak yang sakit,” terangnya.

Sebagai informasi, program pendataan keluarga akan dimulai serentak pada 1 April 2021 mendatang. Dalam prosesnya, akan dilakukan kunjungan lapangan, guna memverifikasi data kependudukan, seperti jumlah dan jarak anak, angka kemiskinan, keberadaan ibu hamil, hingga kondisi stunting di suatu keluarga. she

You Might Also Like

UNESCO Tetapkan Kebaya Sebagai Warisan Budaya Dunia
Operator Ojol Asal Malaysia Didenda Rp 29,5 Miliar
Gebyar Muharram Berbagi, LAZiS Jateng Bahagiakan 1.120 Anak Yatim Dhuafa di Jateng
Plesiran ke Bali, Siti Badriah Cari Tiket Murah
Perluas Kolaborasi Pemanfaatan RDF, SBI Jalin Kerja Sama dengan Pemkab Gunungkidul
TAGGED:hendyPilot Project Zero StuntingWalikota Semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?